Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek Bendungan Tamblang Dikebut, Menteri Basuki: Tambah Tampungan Air di Bali

Ferdi Rantung , Jurnalis-Sabtu, 06 Februari 2021 |15:42 WIB
Proyek Bendungan Tamblang Dikebut, Menteri Basuki: Tambah Tampungan Air di Bali
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian PUPR mempercepat pembangunan Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Pembangunan infrastruktur bendungan memasuki tahap pekerjaan utama yakni ditandai dengan diadakannya Breakthrough Tunnel Bendungan sebagai terowongan pengelak air saat pengerjaan bendungan utama.

"Pembangunan bendungan dan irigasi terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. Bendungan Tamblang merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang pengerjaannya mulai Desember 2018 untuk menambah tampungan air di Provinsi Bali, sehingga kontinuitas suplai air baku dan irigasi ke sawah terjaga," Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Minggu (6/2/2021).

Baca Juga: 2 Proyek KPBU Bendungan Rp9,6 Triliun Dilelang, Berminat?

Bendungan Tamblang diproyeksi memiliki kapasitas tampungan sebesar 7,6 juta m3 untuk memenuhi kebutuhan air irigasi D.I Bungkulan dan D.I Bulian seluas 588 Hektar (Ha). Di samping itu, juga bermanfaat sebagai penyediaan air baku dengan debit 510 liter/detik, menambah cadangan listrik (PLTM) sebesar 0,538 MW, pengendalian banjir, kawasan konservasi, dan potensi pariwisata baru di Bali utara.

Sementara itu, Direktur Bendungan dan Danau, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Airlangga Mardjono berpesan beberapa hal dalam pembangunan Bendungan Tamblang. Pertama, selama masa pandemi pengerjaannya harus tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Virus COVID-19 dan mengutamakan keselamatan kerja. Kedua, selalu mencermati aliran air dari hulu karena curah hujan pada musim tahun ini lebih tinggi 40% dari sebelumnya.

Baca Juga: Bendungan Napun Gete Bisa Atasi Krisis Air di NTT

"Ketiga, diamanatkan oleh Bapak Dirjen SDA untuk melibatkan tenaga kerja lokal dalam skema Padat Karya Non Tunai yaitu melalui penyedia jasa dan mohon dilaporkan secara berkala pemanfaatan tenaga kerja. Kemudian juga mohon dukungan kontraktor untuk diawasi konsultan supervisi agar jangan menunda kegiatan yang bobotnya mungkin terlihat sepele, tetap kerjakan sesuai jadwal agar lansekap selalu memadai," tutur Airlangga Mardjono.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement