Jelang Imlek, Ini Tips Siapkan Angpao agar Kantong Tetap Sehat

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Minggu 07 Februari 2021 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 622 2357953 jelang-imlek-ini-tips-siapkan-angpao-agar-kantong-tetap-sehat-lqrIbjciS6.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, sebagian orang mungkin telah mempersiapkan banyak hal untuk merayakannya. Salah satu hal yang tidak kalah penting untuk dipersiapkan adalah angpao Imlek.

Tradisi memberikan angpao tidak bisa dilepaskan dari perayaan Tahun Baru Imlek. Momen pemberian angpao menjadi hal yang paling dinantikan bagi sebagian orang saat Tahun Baru Imlek tiba.

Pemberian angpao pada perayaan Tahun Baru Imlek juga perlu dipertimbangkan dengan baik. Mulai dari besaran angpao hingga jumlah yang akan diberikan. Jangan sampai pemberian angpao justru membuat keuangan menjadi bermasalah.

Baca Juga: Cerdas Mengelola Keuangan, Apa Sih Pengertian Penghasilan Bersih? 

Perencana Keuangan Andi Nugroho, membagikan tips-tips memberi angpao di Tahun Baru Imlek agar tak membuat kantong bolong. Terlebih jika sedang berada di kondisi keuangan yang buruk.

“Misalnya, bisnis sedang tidak lancar atau kondisi terburuknya habis kena PHK, mau tidak mau memang harus menurunkan kualitas perayaan imleknya. Mungkin dari bentuk makanannya atau dari besaran angpao yang diberikan,” kata Perencana Keuangan Andi Nugroho ketika dihubungi Okezone, Minggu (7/2/2021).

Andi memberikan contoh, misalnya setiap tahun baru imlek biasa memberikan angpao dengan besaran Rp100.000 per orang. Namun, jika sedang berada di kondisi keuangan yang tidak baik, maka bisa mengurangi besaran angpao, misalnya menjadi Rp20.000 per orang.

“Karena setahu saya, tidak ada ketentuan untuk berapa nominal yang diberikan dalam angpao. Jadi, bisa dengan cara menurunkan nominal rupiah yang diberikan,” kata Andi.

Andi mengatakan, momen pemberian angpao pada perayaan Tahun Baru Imlek berulang setiap tahunnya. Jadi, sudah bisa diprediksi atau disiapkan berapa jumlah angpao yang akan dikeluarkan.

Menurutnya, jika jumlah angpao tidak bisa dikurangi, maka besaran angpao itu sendiri yang perlu diturunkan.

“Jika jumlahnya tidak bisa dikurangi, misalnya jumlah ‘kepalanya’ tidak bisa dikurangi, maka nominal angkanya yang diturunkan,” jelas Andi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini