Mau Investasi Saham? Cek Dulu Hal Ini

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 17:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 278 2358689 mau-investasi-saham-cek-dulu-hal-ini-Tql4NybEkF.jpg Tips Investasi Saham (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Fundamental perusahaan yang kuat menjadi daya tarik bagi investor untuk mendaratkan investasinya. Hal ini menjadi literasi dalam memperdalam pemahaman atas perusahaan tersebut.

Kepala Riset Praus Kapital Alfred Nainggolan mengatakan, ketika emiten aktif dalam menginformasikan perusahaannya, berarti literasi investor terhadap perusahaan akan semakin tinggi. Sudah pasti hal ini akan mendorong investor membeli saham yang mereka inginkan.

"Jadi ketika mereka betul-betul mengenal perusahaannya maka investor akan lebih yakin kepada perusahaan tersebut," kata Alfred di Jakarta, Senin (8/2/2021).

Baca Juga: BEI: Saham Bank Syariah Indonesia Jadi Pilihan Menarik bagi Investor 

Makanya, ketika perusahaan itu rajin menginformasikan perusahaannya bahkan rutin untuk meng-update setiap perkembangannya, membuat investor semakin kenal. Walaupun kalau bicara pergerakan harga saham, manajemen tidak punya otoritas atas pergerakan sahamnya.

"Artinya kalau bicara masalah harga saham, manajemen tidak punya otoritas di situ. Manajemen hanya punya fundamental untuk men-deliver-nya. Kalau bicara harga sahamnya mau kemana itu sudah jadi mekanisme pasar," ujarnya.

Bicara mengenai fundamental, salah satu perusahaan yang baru melantai di Bursa, yakni PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) berhasil mempertahankan kinerja positifnya di tengah tekanan pandemi dan kelebihan pasokan ayam hidup (livebird) sepanjang tahun 2020.

Seperti diketahui, selama dua tahun terakhir sejak akhir kuartal IV-2018 dan berlanjut sampai tahun 2020 telah terjadi kelebihan pasokan ayam hidup (livebird). Bahkan, sudah dua tahun terakhir semenjak awal tahun 2019, harga jual ayam hidup di tingkat peternak selalu di bawah Harga Pokok Produksi (HPP).

Kondisi ini membuat peternak terpukul sehingga permintaan ayam hidup menurun drastis ditambah lagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang membuat ruang gerak aktivitas perekonomian terbatas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini