Banjir Ampun-ampunan Rendam Bandara Ahmad Yani, Komisi V Cecar Kemenhub

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 19:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 320 2358764 banjir-ampun-ampunan-rendam-bandara-ahmad-yani-komisi-v-cecar-kemenhub-E5K9GETPPw.jpg Bandara (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) mempertanyakan banjir Semarang kepada Kementerian Perhubungan. Apalagi, banjir yang terjadi di Semarang itu juga merendam Bandar Udara (Bandara) Internasional Ahmad Yani.

Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti mengatakan, dirinya penasaran dengan penyebab yang terjadi di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Karena menurutnya banjir yang terjadi di Semarang cukup parah.

Baca Juga: Gerbang Tol Kertajati Cipali Ditutup Akibat Banjir

“Mengenai Bandara Semarang yang lagi banjirnya ampun-ampunan, apakah Pak Dirjen Udara (Novie Riyanto) sudah melihat apa penyebabnya? Karena ini sudah beberapa hari terjadi,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat di Komisi V DPR, Jakarta, Senin (8/2/2021).

Novita pun ingin mengetahui apa langkah yang akan diambil oleh Kementerian Perhubungan ke depannya. Pasalnya, permasalahan banjir yang terjadi di Semarang sudah cukup lama karena Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut merupakan daerag rawa.

Baca Juga: Banjir Kota Semarang, Ganjar: Sudah Surut tapi Masih Waspada Cuaca Ekstrem

“Kemudian apa langkahnya koordinasi dengan kementeian lain penyebab dan solusinya? Karena dari awal Kita tahu semarang kan daerahnya rawa pada saat pembangunan biaya hampir 3 kali lipat tapi tetep dibangun di situ,” jelasnya.

Masalah kedua yang menyebabkan terjadinya banjir di Semarang adalah tanganya yang terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Oleh karena itu, dirinya berharap ada perlakuan atau treatment khusus untuk mengantisipasi kejadian-kejadian tersebut kembali terjadi.

Novita pun meminta agar treatment khusus ini tidak dilakukan pada saat cuaca hujan saja. Sebab menurutnya, tanpa hujan lebat atau deras pun, daerah Semarang sering kali terjadi banjir.

“Tanhanya itu setiap tahun turun juga berapa centimeter (Cm), dengan tetap dibangun harapannya ada treatment khsuus. Untuk antisipasi kejadian yang bisa kita prediksi. Satu-satunya bencana yang bisa diprediksi adalah banjir enggak usah nunggu hujan, di sana ga hujan aja banjir dan tanah turun. Rumah saja terkejar dengan jalan raya yang ditinggikan-tinggikan,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini