Kos-kosan Dijual Online, Pengusaha: Buat Nyambung Hidup, Kondisinya Memang Berat

Nanang Wijayanto (Koran Sindo), Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 470 2359702 kos-kosan-dijual-online-pengusaha-buat-nyambung-hidup-kondisinya-memang-berat-qbv6S0kS4h.jpg Rumah (Shutterstock)

YOGYAKARTA - Gara-gara pandemi Covid-19 banyak kos-kosan di Yogya mulai ramai dijual online. Berdasarkan penelusuran, ribuan kos-kosan di Yogyakarta mulai ditawarkan di lapak online. Harga yang ditawarkan pun beragam dari Rp1 miliar hingga Rp12 miliar.

Adapun rata-rata harga tertinggi banyak dijual kos eksekutif walaupun banyak juga yang diobral murah. Tingginya penjualan kos-kosan di Yogyakarta tak dipungkiri akibat terdampak corona.

 Baca juga: Kos-kosan Sepi, Banyak yang Dijual Online

Hal itu diakui salah satu pengusaha kos-kosan di daerah Condong Catur, Yogyakarta Hanggoro Suwignyo. Pihaknya menyebut penjualan kos-kosan lewat lapak online terus meningkat karena bangkrut hingga menyambung hidup.

"Itu pilihan terakhir, pertama menanggung rugi dan kedua buat menyambung hidup. Lha mau gimana lagi soalnya kondisinya memang berat," ungkapnya saat berbincang dengan MNC Portal Indonesia melalui sambungan telepon, beberapa waktu lalu.

 Baca juga: Fenomena Kos-kosan Dijual Online, Ini Sebabnya 

Penderitaan pengusaha kos di Jogja mulai terasa sejak pertengahan tahun lalu ketika pemerintah menetapkan kondisi darurat corona. Akibatnya banyak mahasiswa yang akhirnya meninggalkan kota pelajar.

"Nggih seperti ini keadaan sekarang, penghuni kos jadi sepi karena banyak yang memilih pulang ke rumah karena kampus kebanyakan kuliah lewat internet," sebutnya.

Dia menjelaskan, kebanyakan yang memilih pulang awalnya mahasiswa atau mahasiswi yang daerahnya masih relatif bisa di jangkau seperti Klaten, Solo, Magelang, Purworejo, Semarang dan daerah lainnya.

Namun karena pandemi tak kunjung usai malah angka kasus positifnya semakin tinggi akhirnya banyak juga dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan luar Jawa memilih sementara pulang ke daerah masing-masing.

"Ya, akhirnya sepi tinggal beberapa itu kebanyakan yang memang sudah bekerja di sini atau mahasiswa yang sebentar lagi wisuda. Tapi kalau kebanyakan memilih pulang kerumah masing-masing," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini