Lunasi Utang, Integra Indocabinet Terbitkan Surat Utang Rp1 Triliun

Kamis 11 Februari 2021 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 278 2360369 lunasi-utang-integra-indocabinet-terbitkan-surat-utang-rp1-triliun-r1RTHxoeyj.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) berencana menerbitkan surat utang dengan target dana sebesar Rp 1 triliun. Dana tersebut akan digunakan perseroan untuk melunasi utang, Surat itu terdiri dari obligasi berkelanjutan I tahun 2021 senilai Rp700 miliar dan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahun 2021 senilai maksimum Rp300 miliar. Informasi tersebut disampaikan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dalam laporan rencana penerbitan kedua efek tersebut.

Pefindo memberikan peringkat “idA-” kepada rencana obligasi berkelanjutan PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) I tahun 2021 senilai maksimum Rp700 miliar dan peringkat “idA-(sy)” kepada rencana sukuk mudharabah berkelanjutan I tahun 2021 senilai maksimum Rp300 miliar. Perseroan mengungkapkan, dana hasil penerbitan surat utang untuk pembiayaan utang sebesar 60% dan membiayai kebutuhan modal kerja sebesar 40%.

Baca Juga: Incar Pasar AS, WOOD Naikkan Target Penjualan 30%

Dilansir dari Harian Neraca, Kamis (11/2/2021), Pefindo juga menegaskan, Obligor dengan peringkat idA tersebut, memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Ditambahkan, peringkat mencerminkan posisi pasar Perusahaan yang kuat dalam bisnis manufaktur furnitur kayu, operasi yang terintegrasi vertikal dengan baik, dan marjin profitabilitas yang stabil.

Peringkat tersebut dibatasi oleh kebutuhan modal kerja yang tinggi, struktur permodalan yang moderat, serta persaingan yang ketat dalam bisnis furnitur global dan eksposur Perusahaan terhadap permintaan furnitur global. Namun, jika pendapatan dan atau EBITDA WOOD jauh di bawah target maka Pefindo dapat menurunkan peringkat. Terlebih, jika WOOD menambah lebih banyak utang dari yang diproyeksikan yang akan memperburuk struktur permodalan dan proteksi arus kas.

Baca Juga: Pasca-IPO, Integra Indocabinet Cari Investor Asing

Selain itu, Pefindo juga mengungkapkan, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan juga dapat mempengaruhi permintaan produk WOOD yang akan mengganggu operasi bisnis, sehingga berpotensi memicu penurunan peringkat. Sebagai informasi, tahun ini WOOD menargetkan pertumbuhan hingga 20%.

Pada kuartal III/2020, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp751,1 miliar atau tumbuh sebesar 74,2% dibandingkan dengan kuartal III/2019. Capaian itu menjadi rekor pendapatan tertinggi perseroan secara kuartalan. Dengan demikian, WOOD mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,88 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini, naik 33,8% dari sebelumnya sebesar Rp1,4 triliun pada sembilan bulan pertama 2019.

Di Oktober 2020 saja, perseroan telah menerima order penjualan senilai Rp 2,6 triliun di mana pencapaian ini sesuai dengan target penjualan perseroan sepanjang 2020. Untuk diketahui, pada medio September 2020 WOOD sebelumnya telah merevisi naik target penjualan perseroan untuk periode 2020 menjadi sebesar Rp2,6 triliun dari sebelumnya Rp2,5 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini