Tak hanya daging, produk halal seperti fesyen dan make up pun menjadi perhatian. Indonesia sebagai negara dengan tingkat konsumsi yang tinggi, dinilai tepat jika budaya konsumerisme bersumber dari produk-produk dalam negeri.
Langkah itu bisa direalisasikan jika industri halal mendapat bantuan di sisi pembiayaan untuk menggenjot tingkat produksinya. Karenanya, pemerintah melalui skema pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjadi alternatif untuk membantu pelaku usaha.
"Itu menjadi hak konsumer yang kita lakukan. Industri halal ini luar biasa, ada makanan ada fesyen, ada make up yang tidak kalah pentingnya, hal-hal ini yang saya rasa menjadi dorongan. Disitulah fungsinya bank syariah, financial syariah juga mendukung menciptakan pengusaha-pengusaha baru, UMKM, dan industri secara bersahabat," tutur Erick.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)