Rupiah Kian Menguat, Investor Tunggu BI Turunkan Suku Bunga

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2021 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 320 2362777 rupiah-kian-menguat-investor-tunggu-bi-turunkan-suku-bunga-pEmYgvvh3u.jpg Rupiah Vs Dolar (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini bergerak perkasa pada posisi terkuatnya sejak 6 Januari, atau hampir 6 minggu tertingginya.

Terpantau Rupiah memulainya dengan penguatan ke Rp13.895, kemudian bergerak kuat ke Rp13.882, dan terakhir pagi ini WIB di posisi Rp 13.882; menanjak 0,23% atau 32 poin  dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.914.

Dalam periode tahun berjalan atau year to date, rupiah berhasil menguat 1% jika dibandingkan dengan nilai tukar awal tahun. Demikian dalam keterangan tertulis Treasury PT Bank MNC Internasional Tbk, Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Baca Juga: Rupiah Gilas Dolar AS ke Level Rp13.875/USD 

Penguatan Selasa pagi ini merupakan lanjutan tren rally selama 5 hari berturut-turut sebelum ini, di tengah kecenderungan pelemahan mata uang US dollar secara global. USD di sekitar posisi 3 minggu terendahnya tertekan oleh lanjut meningkatnya preferensi risiko investor dengan berjalannya vaksinasi secara global, termasuk di Inggris yang mendongkrak kuat pound sterling.

Analis menuturkan pergerakan nilai tukar Rupiah tidak terlepas dari buruknya kinerja data ekonomi Amerika Serikat (AS) serta katalis positif dalam negeri.

Jumlah klaim tunjangan pengangguran pada pekan lalu yang berakhir 6 Februari 2020 tercatat sebanyak 793.000 klaim, atau lebih tinggi dari beberapa konsensus proyeksi.

Hal ini menimbulkan keraguan investor akan pemulihan ekonomi di AS sehingga menambah tinggi ekspektasi pelaku pasar terhadap stimulus fiskal dari negeri Paman Sam.

Dari dalam negeri, data neraca perdagangan yang surplus juga menjadi sentimen terhadap pasar keuangan Indonesia terbukti dari indeks harga saham gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 0,77%

Baca Juga:  Dear Investor, Bos BI Buka Peluang Turunkan Suku Bunga Acuan Nih

Dalam waktu dekat, sentimen yang bisa mempengaruhi laju Rupiah adalah hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar 17-18 Februari 2021. Pelaku pasar sudah berekspektasi bahwa Gubernur Perry Warjiyo dan kolega akan menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate.

Secara teknikal menurut analis mata uang Rupiah sedang bullish namun sudah mendekati resistant kuatnya di mana investor biasanya akan mengambil aksi profit taking.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini