Resmi 'Cerai', Indofood CBP Borong Saham PepsiCo di IFL Rp494 Miliar

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 18 Februari 2021 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 278 2363986 resmi-cerai-indofood-cbp-borong-saham-pepsico-di-ifl-rp494-miliar-5ytaPazLZK.jpg Perusahaan Ritel (Shutterstock)

JAKARTA - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) telah membeli seluruh saham milik PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang dimiliki Fritolay Netherlands Holding BV (Fritolay) yang terafiliasi dari PepsiCo Inc. Pembelian saham itu tercatat mencapai Rp494 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi, Jakarta, Kamis (18/2/2021), perusahaan berkode ICBP ini membeli saham Fritolay sebanyak 49% dari total seluruh saham yang telah diterbitkan IFL. Dana pembelian saham berasal dari kas internal perseroan.

Baca juga: Indofood Cetak Laba Rp3,96 Triliun pada Kuartal III-2020

Hal ini membuat kepemilikan saham perseroan (ICBP) dalam IFL bertambah menjadi 99,99% dari total seluruh saham yang diterbitkan oleh IFL. Sebelumnya ICBP memiliki 51% saham IFL.

Nantinya, Fritolay akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo. Fritolay akan menyelesaikan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk dengan merek milik PepsiCo dalam waktu 6 bulan terhitung sejak tanggal dilakukan transaksi.

Baca juga: Indofood Dapat Pinjaman Rp30 Triliun dari Bank Asing, untuk Apa?

"Sehubungan dengan dilakukannya transaksi, maka IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo setelah IFL menyelesaikan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk dengan merek milik PepsiCo yang harus sudah diselesaikan dalam waktu 6 bulan dari sejak tanggal dilakukannya transaksi,” tulis Sekretaris Perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Gideon A.Putro dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (18/2/2021).

Fritolay, PepsiCo dan atau pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama 3 tahun sejak berakhirnya masa transisi.

Persero menyatakan transaksi bukan merupakan transaksi material sebagaimana yang diatur dalam peraturan OJK no17/POJK.04/2020 mengenai transaksi material dan perubahan kegiatan usaha. Serta, transaksi juga bukan merupakan transaksi afiliasi dan benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK no.42/POJK.04/2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini