Kapan GeNose Dipakai di Bandara?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 320 2365008 kapan-genose-dipakai-di-bandara-YYIWWMIfGj.jpg Kapan GeNose Digunakan di Bandara? (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Alat penyaringan (screening) Covid-19 buatan dalam negeri, GeNose C19 sukses digunakan sebagai syarat perjalanan penumpang pada transportasi darat. Untuk ini, para pelaku transportasi udara mengharapkan agar GeNose C19 juga diberlakukan bagi calon penumpang transportasi udara.

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon Prawiraatmadja mengatakan bahwa GeNose C19 sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan sudah disetujui oleh Satgas Covid-19 dengan dikeluarkannya surat edaran, sehingga pihaknya yakin alat ini sudah teruji untuk digunakan sebagai alat penyaringan Covid-19 di simpul-simpul transportasi.

Baca Juga: Ada yang Berbeda Tes GeNose di Stasiun Bandung, Ini Kata Menhub

"Kami menyambut positif keberhasilan dan kelancaran pengunanya GeNose C19 pada moda transportasi darat seperti Kereta Api dan Bis antar Kota antar Provinsi. Untuk ini kami mengharapkan agar GeNoase dapat diimplemetasikan pada moda transportasi udara. Jika hal ini digunakan dapat dipastikan akan banyak keuntungan yang akan didapatin oleh para calon penumpang pesawat," kata Denon di Jakarta, Jumat (18/2/2021)

Dia menambahkan bahwa GeNose C19 ini juga akan menambah opsi bagi masyarakat untuk melakukan pengecekan kesehatan selain tes rapid antigen dan PCR, yang menjadi syarat perjalanan transportasi. Terlebih lagi, GeNose C19 yang menggunakan artificial intelligent (AI) akan semakin akurat. Bahkan GeNose C19 sudah diuji validasinya dengan 2000 sampel dan akurasinya sudah 90 persen.

Baca Juga: GeNose C19 Murah Pas Banget Buat Kantong Mahasiswa

"Untuk ini kami mengharapkan Kementarian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dapat mengeluarkan aturan terkait pengunaan GeNose C19 pada moda transportasi udara sehingga dapat menjadi acuan bagi rekan-rekan operator maskapai dan pengelola bandar udara di Tanah Air," kata Denon.

Sementara itu, Direktur Utama Citilink Juliandra mengatakan bahwa pihaknya sebagai operator maskapai mendukung jika GeNose C19 diberlakukan sebagai syarat perjalanan untuk transportasi udara, sebab hal tersebut akan meringankan biaya calon penumpang pesawat, dan mungkin hal ini akan mendorong kembali masyarakat untuk dapat melakukan perjalanan udara yang tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah diatur oleh Pemerintah.

"Kami mendukung jika Pemerintah memberlakukan syarat GeNose C19 untuk naik pesawat. Sebab alat screening inikan lebih terjangkau jika dibandingan dengan Rapid Antigen atau PCR," katanya.

Sedangkan Direktur Utama PT. Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi yang mengatakan bahwa dengan digunakannya GeNose C19 pada moda transportasi udara maka akan mempercepat proses pemeriksaan penumpang pada area keberangkatan di bandara udara sebelum penumpang masuk ke dalam pesawat.

"Dengan digunakan GeNose C19 moda udara maka akan membantu akselerasi dari notice airport capacity. Sehingga waktu untuk melakukan kegiatan penerbangan akan lebih singkat," katanya.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Direktur PT. Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin yang mengatakan pihaknya akan mendukung penerapan GeNose C19 pada calon penumpang pesawat di bandara-bandaranya. Untuk ini pihaknya mengharapkan ada landasan acuan peraturan untuk pelaksanaan pengunaan GeNose C19 ini. Terlebih lagi tujuan utama dari alat ini dapat memastikan kalau calon penumpang bebas dari Covid-19.

"Kami terus dapat berkontribusi optimal dalam mendukung aktivitas masyarakat dan turut mendorong pertumbuhan perekonomian, maka operasional harus memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan dan Satgas Penanganan COVID-19,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini