Bisnis Kuliner Makin Cuan di Tengah Pandemi, Intip Rahasianya

Minggu 21 Februari 2021 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 20 455 2365449 bisnis-kuliner-makin-cuan-di-tengah-pandemi-intip-rahasianya-0b4IUTYUhD.jpg Bisnis Kuliner (Foto: Okezone)

JAKARTA - Saat ini, bisnis kuliner tengah menjadi sektor usaha yang kian diminati dan menjanjikan. Survei Snapcart tentang tren masakan rumahan menyebut sebanyak 63% responden berencana untuk memulai bisnis makanan mereka sendiri. Juga, sepanjang 12 bulan terakhir, data Google Trend menunjukkan pencarian terkait ide bisnis rumahan meningkat sebanyak lebih dari 300%, sementara pencarian terkait ide bisnis makanan meningkat hingga 250%.

Dalam mengembangkan bisnis kuliner, keunggulan rasa dan keunikan produk perlu diiringi dengan kemampuan menarik hati pelanggan, khususnya di tengah ramainya persaingan pelaku usaha di sosial media.

Baca Juga: Ketika Harta Masayoshi Son Melejit Jadi Rp672 Triliun

Chef William Gozali, dalam keterangannya pada Sabtu, membagikan kiat untuk menarik perhatian calon konsumen.

"Hal pertama yang penting untuk dijual adalah tampilan makanan yang menarik dan estetik. Bukan sekedar mengandalkan kemampuan mengedit gambar atau memanfaatkan pencahayaan yang tepat dalam mengambil gambar makanan," kata pemenang MasterChef Indonesia 3 dilansir dari Antara, Sabtu (20/2/2021).

 

Lebih dari itu, pemilihan bahan makanan yang tepat dan segar akan membuat tampilan makanan semakin ciamik dan menggiurkan.

"Bukan berarti harus mahal, namun pemilihan bahan yang segar dan berkualitas menjadi sebuah keharusan. Tak kalah penting, garnish atau pemanis tampilan, juga dapat membantu meningkatkan daya tarik dari produk makanan yang ditawarkan," kata dia.

Untuk memastikan kesegaran bahan baku produk makanan dapat terjaga, pemanfaatan perangkat teknologi yang sesuai kian signifikan.

Selain itu, dalam memasarkan bisnis kuliner, dibutuhkan sebuah "cerita rasa" di mana sebuah santapan diberi kisah yang menarik sehingga mampu menarik minat konsumen.

Culinary Storyteller Ade Putri Paramadita mengatakan dibutuhkan kemampuan untuk menceritakan rasa sebuah santapan secara apik, baik melalui visual, tulisan, maupun dengan betutur langsung melalui konten video unggahan media sosial.

"Kemampuan storytelling para pelaku usaha dibutuhkan untuk membalut produk, menambahkan nilai jual tanpa menjadikannya hard selling. Hal ini meliputi kelihaian berkisah mengenai asal usul santapan, proses pembuatan hingga manfaatnya. Dengan begitu, konsumen akan lebih mudah merasa lekat hingga ingin mencoba produk yang nantinya dapat dinikmati tak hanya dengan indera pengecap saja," kata Ade.

Sementara itu, Top 10 Masterchef Indonesia Season 6 Amy Zein menambahkan, "kemasan produk adalah bagian dari branding sebuah usaha. Bagaimana wujud kemasan produk yang sampai ke tangan pelanggan, menjadi bukti dari profesionalitas, serta menunjukkan kualitas produk yang ditawarkan. Dalam bisnis makanan, kemasan juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kenikmatan hidangan."

Selain itu, pemilihan kemasan yang ramah lingkungan juga dapat menjadi salah satu nilai tambah. Karenanya, penting bagi pelaku usaha, meski masih di level rumahan, untuk memperhatikan kesesuaian dan keamanan kemasan yang digunakan.

"Apalagi harus dimaklumi, jasa kurir yang kerap digunakan kadang kurang berhati-hati dalam membawa produk makanan, sehingga dibutuhkan perhatian yang khusus pada cara dan pemilihan kemasan," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini