Syarat dan Cara Daftar BLT Rp3,5 Juta di Kartu Prakerja, Cek 7 Faktanya

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 05:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 320 2365749 syarat-dan-cara-daftar-blt-rp3-5-juta-di-kartu-prakerja-cek-7-faktanya-9zzcE0J7mf.jpg BLT (Foto: Okezone)

JAKARTA - BLT subsidi gaji 2021 tidak dilanjutkan karena tidak dianggarkan di APBN 2021. Sebagai gantinya, bantuan yang bisa didapat pekerja yaitu dengan mengikuti Kartu Prakerja. BLT dari Kartu Prakerja sebesar Rp3,55 juta.

Kartu Prakerja adalah program pemerintah untuk pelatihan dan pengembangan keahlian yang selama pandemi diakomodasi juga untuk memberikan bantuan insentif bagi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) atau angkatan kerja baru. Total BLT yang diberikan sebesar Rp3,55 juta.

Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik, Senin (22/2/2021).

Baca Juga: Situs Prakerja Bisa Dibuka untuk Buat Akun, Yuk Daftar Kartu Prakerja Gelombang 12 

1. Rincian BLT Kartu Prakerja Rp3,5 Juta

Total bantuan yang didapat adalah Rp3,55 juta degan rincian Rp600.000 untuk biaya pelatihan setiap bulan selama empat bulan atau total Rp2,4 juta dan Rp1 juta sebagai insentif biaya pelatihan dan Rp150 ribu sebagai biaya survei.

2. Kriteria yang Bisa Jadi Peserta Kartu Prakerja

Program Kartu Prakerja ternyata juga bisa dinikmati oleh kalangan pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, kini bagi yang masih bekerja, tapi ingin meningkatkan pemasukan bisa juga merasakan manfaat dari bantuan pemerintah tersebut.

"Sesuai dengan Perpres 76/2020 dan Permenko 11/2020 Program Kartu Prakerja bisa diakses oleh semua WNI yang berusia di atas 18 tahun dan tidak sedang menempuh pendidikan formal, pencari kerja atau pekerja terkena PHK, pekerja dan buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja, diprioritaskan bagi yang terdampak pandemi dan belum menerima bantuan sosial selama pandemi," kata Head of Communication PMO Kartu Prakerja Louisa Tahutu kepada Okezone.


3. Pekerja Bergaji Besar Juga Bisa Daftar Prakerja

Meski begitu, tetap ada seleksinya, sehingga mereka tak serta merta langsung diterima sebagai peserta. Program Kartu Prakerja menerapkan pendaftaran mandiri, seseorang harus mendaftar di situs Prakerja. Pada saat mendaftar, mereka harus mengisi form deklarasi diri dengan menjawab serangkaian pertanyaan.

"Sekali lagi, tidak ada persyaratan besaran gaji atau income untuk mendaftar. Kami melakukan 3 kali survei di tahun 2020 untuk melihat dampak program terhadap kebekerjaan peserta dan melihat penggunaan dana insentif pasca pelatihan," Head of Communication PMO Kartu Prakerja Louisa Tahutu kepada Okezone.

 

4. Kelompok yang Tak Bisa Daftar Kartu Prakerja

Kelompok yang tidak bisa mendaftar Kartu Prakerja itu seperti PNS, TNI/Polri dan mereka yang menerima bantuan sosial dari Kemensos.

"Permenko juga mengatur daftar terlarang yang meliputi pejabat negara, pimpinan dan anggota DPRD, ASN/TNI/POLRI, kepala desa dan perangkat desa, direksi/komisaris/dewan pengawas BUMN atau BUMD, penerima bansos Kemensos," ujar Head of Communication PMO Kartu Prakerja Louisa Tahutu.


5. Begini Cara Daftar Kartu Prakerja

Sebelum mendaftar pastikan kalian memenuhi syarat seperti:

- Warga Negara Indonesia (WNI).

- Berusia di atas 18 tahun.

- Tidak sedang melakukan kuliah atau sekolah.

Calon peserta juga sebaiknya memahami tahapan-tahapan untuk mendaftar, sebagai berikut:

- Buka laman www.prakerja.go.id

- Siapkan nomor Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), masukkan data diri, dan ikuti petunjuk untuk menyelesaikan proses pemeriksaan akun

- Siapkan alat tulis untuk mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar secara online

- Klik Gabung pada gelombang daftar Prakerja yang sedang dibuka

- Tunggu pengumuman seleksi peserta yang lolos daftar Kartu Prakerja Gelombang 12.

6. BLT Rp3,5 Juta di Kartu Prakerja Harus Diprioritaskan untuk Pengangguran

 

Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp3,5 juta dalam program Kartu Prakerja harus tersalurkan kepada yang berhak menerima. Salah satu prioritasnya, yaitu para pengangguran dan mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pegawai.

"Prioritas utama seharusnya adalah mereka yang menganggur atau kehilangan pekerjaan. Terkena PHK. Sehingga benar-benar kehilangan income," kata Direktur Riset CORE Piter Abdullah kepada Okezone.

7. Pekerja yang Gajinya Dipotong Harus Dapat Perhatian

Meski begitu, selama masa pandemi ini memang permasalahan pekerja menjadi Lebih kompleks. Mereka yang sudah bekerja juga banyak yang mengalami pemotongan gaji. Ada yang dipotong 50%, sehingga masih bekerja tapi penghasilannya menurun.

"Prioritas berikutnya adalah mereka yamg bekerja kemudian terkena potongan gaji sehingga tidak mencukupi Biaya hidup," ujarnya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini