Penjualan Rumah Diprediksi Tumbuh 5% di 2021

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 470 2366855 penjualan-rumah-diprediksi-tumbuh-5-di-2021-dg9qPyyV6c.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Penjualan rumah di tahun 2020,dari tipe rumah sederhana sekitar 203.000 unit. Tahun ini diperkirakan tumbuh 5%.

Pemerintah bersama otoritas terkait yakni Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan OJK, berupaya melakukan berbagai cara untuk menggerakkan sektor konsumsi melalui sejumlah kebijakan.

Harapannya, daya beli masyarakat bisa terdongkrak yang kemudian bermuara membantu pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi.

Baca Juga: KPR Masih Jadi Rajanya Proses Pembelian Rumah

Dalam dua pekan terakhir, pemerintah tercatat mengeluarkan dua kebijakan penting. Kebijakan tersebut antara lain relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor yang rencananya berlaku mulai 1 Maret 2021.

Kebijakan lainnya adalah penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 3,5% yang disertai pemberlakuan uang muka 0% untuk kredit kendaraan bermotor dan properti.

Dengan adanya kebijakan tersebut, pemerintah berharap bisa memacu sektor otomotif dan properti. Langkah ini strategis karena kedua sektor ini memiliki multiplier efek yang sangat besar, baik secara langsung maupun tidak.

Baca Juga: BI Prediksi Harga Properti Residensial Masih Tumbuh Terbatas di Kuartal IV

"Dengan DP 0% bagi properti dan kendaraan bermotor, BI berharap kebijakan ini menjadi pengungkit bagi perekonomian nasional. Kebijakan ini merupakan bentuk sinergi dengan kebijakan lain dari OJK dan pemerintah," ujar Asisten Gubernur BI Departemen Kebijakan Makropurdensial, Juda Agung kepada KORAN SINDO kemarin.

Untuk diketahui, stimulus yang diberikan kepada masyarakat untuk properti berlaku untuk semua properti, seperti rumah tapak, rumah susun (rusun), dan rumah toko (ruko).

Adapun penjualan mulai dari rumah kecil, besar dan menengah selama pandemi berkisar mulai dari 14% - 50,6%.

Untuk rumah kecil di Kuartal I 2020, sekitar 42,7%. Namun di Kuartal II 2020, sekitar 14,4%. Berbeda dengan rumah menengah di Kuartal I 2020 sekitar 50,6%. Lalu di Kuartal II 2020 sekitar 40,1%.

Di rumah besar sendiri, pada Kuartal I 2020 mencapai 14%. Namun, di Kuartal II 2020 sekitar 36,7%. Permintaan hingga Juli 2020 dan tambahan pasokan merupakan proyeksi Sumber: BI, OJK, Colliers International Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini