Lumbung Ikan Nasional, Trenggono: Harus Dipikirkan Tarik Investor

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 17:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 320 2367717 lumbung-ikan-nasional-trenggono-harus-dipikirkan-tarik-investor-hy2NgLVOFE.jpg Perikanan (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggenjot pengembangan perikanan budidaya di Maluku untuk mendukung program Lumbung Ikan Nasional (LIN). Tiga wilayah yang menjadi prioritas pengembangan yakni Kabupaten Buru, Kepulauan Tanimbar, dan Kabupaten Seram Bagian Barat.

"Selain sektor perikanan tangkap, KKP juga mengembangkan perikanan budidaya yang memiliki potensi besar dan ini bisa kita alihkan kepada pelaku industri atau investor," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam rapat koordinasi membahas Program LIN di Maluku secara virtual Rabu (24/2/2021).

 Baca juga: Maluku Jadi Lumbung Ikan Nasional 2023, Ini Pesan Jokowi

KKP telah membuat program yang berkaitan dengan budidaya perikanan untuk tiga wilayah tersebut. Mulai dari pengembangan shrimp estate seluas 5.000 hektar di Kabupaten Buru dengan potensi nilai produksi Rp11,25 triliun per tahun. Dari aktivitas ini, ditaksir mampu menyerap 6.000 tenaga kerja.

Selanjutnya program Kampung Rumput Laut seluas 1.000 hektar di Kabupaten Tanimbar dengan potensi nilai produksi Rp230,4 miliar per tahun. Di mana penyerapan lapangan kerja bisa mencapai 1.500 orang. Ada juga Kampung Kerapu seluas 100 hektar di Kabupaten Seram Bagian Barat dengan potensi nilai produksi Rp3,2 triliun per tahun dan bisa menyerap 2.000 tenaga kerja.

 Baca juga: Bangun Lumbung Ikan Nasional, BKPM Ajak Sektor Swasta

Selain itu, Menteri Trenggono menekankan perlunya dukungan infrastruktur pelabuhan perikanan sebagai penghubung perdagangan domestik maupun ekspor. Kepastian infrastruktur ini menurutnya, akan menarik minat investor membangun usaha perikanan di kawasan Lumbung Ikan Nasional.

"Jadi yang perlu dipikirkan inikan harus menarik bagi investor, terutama investor industri perikanan. Tadi sudah saya sampaikan 1.000 kapal per hari, sehingga kapasitas pelabuhan juga jangan main-main. Kami akan awasi secara ketat supaya kapal semua bermuara pada pelabuhan yang kita bangun ini," ungkap dia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan yang memimpin rapat koordinasi, mendukung penuh program yang paparkan oleh Menteri Trenggono untuk mewujudkan lumbung ikan nasional yang bermanfaat bagi negara, pemerintah daerah, dan masyarakat di sana.

"Angka yang sangat besar sekali yang kita bisa ambil dari sini dan bisa memberikan nilai tambah untuk negeri," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini