BSI Biayai Proyek Jalintim Sumsel, Wapres: Kepercayaan Makin Besar

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 320 2368154 bsi-biayai-proyek-jalintim-sumsel-wapres-kepercayaan-makin-besar-dIdeKaSefg.jpg Jalan Tol (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Syariah Indonesia (BSI) mditunjuk sebagai Mandated Lead Arranger (MLA) dalam pembiayaan sindikasi PT Jalintim Adhi Abipraya. Total plafon pembiayaan sindikasi yang akan disalurkan dalam proyek ini sebesar Rp644 miliar dengan jangka waktu pembiayaan selama 10 tahun.

Pemberian sindikasi tersebut mendapatkan apresiasi dari Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Karena meskipun masih baru saja terbentuk, namun bisa memberikan kontribusi pada pembiayaan infrastruktur dalam hal ini Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera.

Baca Juga: Terungkap Fakta! Banyak Pimpinan Bank Tak Paham Sistem Syariah

Sebagai gambaran, Bank Syariah Indonesia sendiri diluncurkan pada tanggal 1 Februari yang lalu. Adapun acara peluncuran dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

“Dalam kaitan ini saya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan BSI memperoleh kepercayaan menjadi pemimpin sindikasi pembiayaan jalan lintas timur (Jalintim) Sumatera,” ujarnya dalam acara Rakernas BSI, Kamis (25/2/2021).

Baca Juga:  Pesan Wapres untuk BSI: Kalian Bukan Lagi Bank Syariah Mandiri atau BRI Syariah

Ma’ruf Amin pun mengharapkan agar pemberian pembiayaan dari BSI tidak hanya berhenti di sini. Diharapkan untuk beberapa proyek infrastruktur lainya juga bisa melibatkan BSI.

“Diharapkan ke depan kepercayaan yang diberikan kepada BSI akan semakin besar,” kata Ma’ruf.

 

Selain itu, Ma’ruf Amin juga berharap agar BSI harus dapat melayani semua segmen dari nasabah mikro dan kecil, retail, sampai nasabah korporasi. Dan pesan ini diikuti dengan penekanan bahwa BSI harus dapat menjadikan nasabah mikro dan kecil agar naik kelas.

Hal ini juga sama dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat peluncuran BSI. Presiden Jokowi tidak ingin berpuas diri jika BSI hanya melayani segmen mikro dan kecil.

“Pesan beliau yang saya anggap sangat penting adalah bahwa tidak menginginkan bahwa kita cukup berpuas diri dengan melayani segmen mikro dan kecil, tetapi kita harus dapat membuatnya naik kelas menjadi usaha yang lebih produktif agar usaha mikro tidak mengalami stunting,” jelas Ma’ruf.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini