Konsumsi Listrik 2020 Minus, Intip Target PLN Tahun Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 09:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 320 2369994 konsumsi-listrik-2020-minus-intip-target-pln-tahun-ini-JZjafjQtzV.jpeg Konsumsi Listrik 2020 Turun Drastis. (Foto: Okezone.com/Dok. PLN)

JAKARTA - PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) menargetkan konsumsi listrik bisa tumbuh pada tahun ini. Meskipun, pandemi Covid-19 masih terjadi.

General Manager PLN Disjaya Doddy Pangaribuan mengatakan, pada tahun ini, pihaknya menargetkan konsumsi listrik bisa mencapai 2,5%. Target tersebut seiring pemulihan ekonomi dan pandemi yang perlahan-lahan sudah mulai dilakukan.

Baca Juga: Menko Luhut: Teknologi Baterai Jadi Harapan Baru Kelistrikan

Pada tahun lalu, konsumsi listrik di wilayah Jakarta anjlok sekitar 5,6%. Hal ini dikarenakan terganggunya sektor bisnis yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

"Pertumbuhan (konsumsi listrik) kami yang tadinya bisa lebih 4% di 2020, kita cuma tumbuh minus 6%," ujarnya kepada media, Senin (1/3/2021).

Menurut Doddy, jika berkaca pada konsumsi listrik tahun lalu, keadaannya cukup ironis. Apalagi, persediaan listrik yang dimiliki juga cukup besar untuk memasok ke wilayah Jakarta.

"Itu ironis ya dengan persediaan dan cadangan listrik. Sehingga, ya kami harus melakukan extra pekerjaan dengan dongkrak," jelasnya.

Baca Juga: Banjir Jakarta, PLN: 99% Listrik Pelanggan Sudah Pulih

Guna mendongkrak konsumsi listrik pada tahun ini lanjut Doddy, pihaknya akan mendorong electricity lifestyle. Misalnya adalah dengan penggunaan kompor listrik induksi, kendaraan bermotor listrik hingga pemanfaatan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"Salah satunya yaitu, electifying lifestyle. Gaya hidup yang serba listrik. Kompor induksi, sepeda motor listrik, mobil listrik, kami bikin juga SPKLU kan. Memang belum terasa, tapi ini salah satu upaya," jelasnya.

Selain itu, Perusahaan juga bakal membujuk konsumen yang menggunakan pembangkit listrik mandiri, untuk beralih ke PLN. Tak hanya itu, pembatasan jam operasional mal hingga pabrik juga menjadi tantangan tersendiri bagi perseroan.

"Kami juga melakukan membujuk beberapa konsumen besar yang masih menggunakan PLTG pada saat siang hari, malam pakai PLN dan sebaliknya. Kami maunya itu ngambil dari PLN saja," kata Doddy

Kemudian lanjut Doddy, pihaknya juga melakukan upaya penjualan internet melelaui anak usahanya yakni StroomNet. Lalu, perseroan juga memberikan fasilitas UPS (Uninterruptible Power Supply) dan genset untuk pelanggan premium.

"Kami juga menyediakan layanan keandalan 100% melalui pelanggan premium sampai dengan premium ultra. Kami juga berikan fasilitas UPS dan Genset. Semoga ini dapat respon yang baik," kata Doddy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini