Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bunga Kredit Masih Tinggi, Menko Airlangga ke Bank: Turunkan!

Rina Anggraeni , Jurnalis-Senin, 01 Maret 2021 |20:50 WIB
Bunga Kredit Masih Tinggi, Menko Airlangga ke Bank: Turunkan!
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Tangkapan Zoom)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah akan terus mengkomunikasikan masalah suku bunga yang masih tinggi. Pasalnya, suku bunga kredit perbankan masih belum alami penurunan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan bunga kredit perbankan masih jauh dari yang seharusnya. Posisi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sekarang berada di level 3,5%, sementara bunga kredit perbankan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih di atas 10%.

 Baca juga: Akhirnya, Bunga Kredit Bank Turun

"Kita akan komunikasikan, karena memang salah satu yang diminta kepada perbankan agar penurunan suku bunga BI dan lending rate bisa ditransmisikan pada konsumen," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).

Dirinya mengatakan, perbankan harus turut mendukung agar kebijakan moneter oleh Bank Indonesia (BI) bisa ditransmisikan lebih cepat kepada konsumen agar permintaan kembali naik.

 Baca juga: BI Kecewa, Bank Hanya Turunkan Bunga Deposito tapi Kredit Tidak

"Karena memang salah satu yang diminta ke perbankan adalah agar penurunan BI rate dan lending rate bisa ditransmisikan ke konsumen," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tengah mengkaji kebijakan yang bisa mendorong penurunan suku bunga kredit di perbankan.

Saat ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) bersama dengan OJK memimpin kajian tentang penetapan suku kredit atau lending rate di perbankan.

"Kita memang di dalam pembahasan ini antara BI, OJK dan LPS akan semakin meneliti apa yang disebut proses pembentukan penetapan lending rate di masing-masing bank," tandasnya.

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement