Aturan Miras Dicabut, Ekonom: Jangan Gampang Obral Investasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 320 2371522 aturan-miras-dicabut-ekonom-jangan-gampang-obral-investasi-VJN5RFqaAG.png Investasi Miras Dicabut Aturannya. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Dalam beleid tersebut, poin yang menjadi sorotan sejumlah pihak adalah soal investasi minuman keras (miras).

Aturan tersebut tertuang dalam Pada Pasal 2 ayat 1 Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tersebut bidang-bidang yang dibuka untuk investasi terdiri dari bidang usaha prioritas, bidang usaha yang dialokasikan atau kemitraan dengan Koperasi-UMKM, dan bidang usaha dengan persyaratan tertentu. Pada lampiran III Perpres investasi miras ini, ada 5 daftar bidang usaha yang bergerak pada komoditas miras.

Baca Juga: Kepala BKPM Ungkap Pengusul Izin Investasi Miras di Perpres

Menanggapi hal tersebut, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengaku tidak kaget dengan dicabutnya kembali aturan ini. Artinya, pencabutan ini bukanlah suatu prestasi atau keberhasilan dari pemerintah.

Baca Juga: Potensi Buka 60.000 Pekerjaan, Menko Airlangga: Microsoft Resmi Investasi Data Center Rp88,77 Triliun!

“Tidak ada yang mengagetkan dan ini bukan keberhasilan pemerintah ya,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (3/3/2021).

Menurut Bhima, pembuatan regulasi mengenai investasi ini tanpa melalui kajian yang komperhensif. Sehingga akan menjadi hal yang aneh jika aturan ini tetap dijalankan.

“Cukup aneh justru kalau Perpresnya berlanjut karena di satu sisi ada kebijakan cukai minuman beralkohol untuk kendalikan dampak negatif ke kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Bhima, pemerintah juga diminta untuk tidak mengobral investasi yang memiliki kualitas rendah. Sebab menurutnya, saat ini masih banyak investasi yang memiliki kualitas bagus yang bisa berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja dan kesehatan.

“Selanjutnya pemerintah jangan gampang obral investasi tapi kualitasnya rendah. Masih banyak kan investasi yang lebih berkualitas, berdampak positif ke kesehatan maupun lingkungan dan menyerap tenaga kerja,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini