2. Persiapan Lahan
Pada lahan kering, tanah dibajak atau dicangkul sedalam 20 sampai 30 cm, kemudian dibuat bedengan-bedengan dengan lebar 1 hingga 1,2 m, tinggi 25 cm, sedangkan panjangnya tergantung pada kondisi lahan.
Pada lahan bekas padi sawah atau bekas tebu, tanah dibuat bedengan-bedengan terlebih dahulu dengan lebar 1,75 meter (m) dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan dengan kedalaman parit 50 hingga 60 centimeter (cm) dan lebar parit 40 sampai 50 cm. Kondisi bedengan mengikuti arah Timur-Barat. Tanah yang telah diolah dibiarkan sampai kering dan kemudian diolah lagi 2 hingga 3 kali sampai gembur sebelum dilakukan perbaikan bedengan-bedengan dengan rapi.
Waktu yang diperlukan mulai dari pembuatan parit, pencangkulan tanah ungkap 1, ungkap 2, cocrok sampai tanah menjadi gembur dan siap untuk ditanami adalah 3 hingga 4 minggu. Sisa tanaman padi atau tebu yang tertinggal, dapat menjadi media tumbuh Fusarium sp, sehingga harus dibersihkan.
Saat pengolahan tanah, khususnya pada lahan dengan pH kurang dari 5,6 disarankan pemberian Kaptan atau Dolomit minimal 2 minggu sebelum tanam dengan dosis 1 hingga 1,5 ton per hektare (ha) per tahun yang dianggap cukup untuk dua musim tanam berikutnya.
Kaptan atau Dolomit disebar pada permukaan tanah dan kemudian diaduk rata. Pemberian Dolomit penting dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) terutama pada lahan masam atau lahan yang diusahakan secara intensif untuk tanaman sayuran. Untuk lahan yang dikelola intensif, pemberian Dolomit sebanyak 1,5 ton per ha dapat meningkatkan bobot basah dan bobot kering bawang merah.

3. Penanaman dan Pemupukan
a. Penanaman bawang merah di lahan kering
Pemupukan terdiri dari pupuk dasar dan pupuk susulan. Pupuk dasar berupa pupuk kandang sapi atau sekira 15 hingga 20 ton per ha.
Atau bisa juga dengan kotoran ayam sekitar 5 hingga 6 ton per ha atau kompos sekitar 2,5 sampai 5 ton per ha dan pupuk buatan TSP sekitar 120 hingga 200 kg per ha. Pupuk dasar diberikan dengan cara disebar serta diaduk rata dengan tanah 1 hingga 3 hari sebelum tanam.
Sedangkan pupuk susulan berupa Urea sekitar 150-200 kg ha, ZA sekitar 300 sampai 500 kg per ha dan KCl sekitar 150-200 kg per ha. Pemupukan susulan I dilakukan pada umur 10 sampai 15 hari setelah tanam dan susulan II pada umur 1 bulan setelah tanam, masing-masing setengah dosis.
Kemudian bibit yang siap tanam dirompes, pemotongan ujung bibit hanya dilakukan apabila bibit bawang merah belum siap ditanam (lpertumbuhan tunas dalam umbi 80%. Tujuan pemotongan umbi bibit adalah untuk memecahkan masa dormansi dan mempercepat pertumbuhan tunas tanaman.