b. Penanaman bawang merah di lahan sawah
Pemupukan terdiri dari pupuk dasar dan pupuk susulan. Pupuk dasar berupa pupuk buatan TSP sekitar 90 kg P2O5 per ha disebar serta diaduk rata dengan tanah satu sampai tiga hari sebelum tanam.
Pupuk susulan berupa 180 kg N per ha atau sekitar setengah N Urea ditambah setengah N ZA dan K2O yang sekitar 50 sampai 100 kg per ha. Pemupukan susulan I dilakukan pada umur 10 sampai 15 hari setelah tanam dan susulan II pada umur 1 bulan setelah tanam, masing-masing setengah dosis.
Bibit yang siap tanam dirompes, pemotongan ujung bibit hanya dilakukan apabila bibit bawang merah siap benar ditanam. Tujuan pemotongan umbi bibit adalah untuk memecahkan masa dormansi dan mempercepat pertumbuhan tunas tanaman.

4. Pemeliharaan
Meskipun tanaman bawang merah tidak menyukai banyak hujan, tanaman ini memerlukan air yang cukup selama pertumbuhannya yang bisa dilakukan dengan penyiraman. Pertanaman di lahan bekas sawah memerlukan penyiraman yang cukup dalam keadaan terik matahari.
Sementara itu, di musim kemarau, biasanya disiram satu kali sehari pada pagi atau sore hari sejak tanam sampai umur menjelang panen. Penyiraman yang dilakukan pada musim hujan hanya ditujukan untuk membilas daun tanaman, dari tanah yang menempel pada daun bawang merah.
Pada bawang merah periode kritis karena kekurangan air terjadi saat pembentukan umbi, sehingga dapat menurunkan produksi. Untuk mengatasi masalah ini perlu pengaturan ketinggian muka air tanah atau khusus pada lahan bekas sawah dan frekuensi pemberian air pada tanaman bawang merah.
Pertumbuhan gulma pada pertanaman bawang merah yang masih muda sampai umur 2 minggu sangat cepat. Oleh karena itu penyiangan merupakan suatu keharusan dan sangat efektif untuk mengurangi kompetisi dengan gulma.