Holding BUMN Baterai, Namanya PT Industri Baterai Indonesia

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 320 2372344 holding-bumn-baterai-namanya-pt-industri-baterai-indonesia-WMV0yOZQT3.jpg Holding BUMN Baterai. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/ EV Battery) Agus Tjahajana mengatakan, pembentukan Holding BUMN baterai listrik ditargetkan segera rampung pada Juni 2021 dengan nama PT Industri Baterai Indonesia (IBI).

"Namanya sudah ada walaupun belum ada aktanya. Target dari Pak Wakil Menteri paling tidak Juni sudah lahir. Tapi dari progresnya saya pikir bisa lebih cepat karena kemarin kita sudah rapat dan sudah sepakat," ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga: Holding BUMN Panas Bumi, Begini Catatan DEN

Agus melanjutkan, pengembangan PT IBI ini melibatkan empat perusahaan BUMN, yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan porsi kepemilikan masing-masing 25%. "Kira-kira sharenya masing-masing seperempat," ungkapnya.

Baca Juga: Holding Ultra Mikro Bakal Buka Lapangan Kerja hingga Pulihkan Ekonomi

Dia melanjutkan, rencana investasi yang akan dilakukan bergantung pada kapasitas baterai yang diproduksi. Dia memperkirakan dengan kapasitas produksi 30 GW hingga tahun 2030 dibutuhkan investasi sebesar USD13 miliar. Selanjutnya, apabila kapasitas sudah terpenuhi 70% maka investasi akan mencapai USD17 miliar dengan kapasitas sebesar 195 GW.

"Untuk membuat kapasitas 195 GW maka dibutuhkan sekitar 150.000 ton nikel per tahun. Kami masih berbicara dengan serius dengan mitra-mitra kami terkait kapan dan berapa besarnya. Itulah yang nanti akan menentukan totalnya kalau terlaksana," tuturnya. oktiani endarwati

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini