Menko Airlangga Mau Bikin Bullion Bank Kelola Emas, Apa Itu?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 20:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 320 2372538 menko-airlangga-mau-bikin-bullion-bank-kelola-emas-apa-itu-NkzMK41UvU.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Okezone.com/Kemenko Ekonomi)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakam bahwa Indonesia memiliki pertambangan emas yang besar, selain tentunya pasar yang besar. Oleh sebab itu, pemerintah berencana membuat bullion bank.

"Salah satu yang sedang dikaji oleh pemerintah pembentukan bullion bank. Ini tentu nanti Pak Mendag dapat mendalami bagaimana ekspor impor ini sebagian dipakai perhiasan, dimana dulu ekspor impor terkait dengan PPN dan lainnya," ujar Airlangga dalam video virtual, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga: Gairahkan Perekonomian, Menko Airlangga Soroti Ekspor Impor Emas

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi mengatakan akan meneruskan kajian mengenai pembentukan bullion bank dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

“Akan kami camkan (arahan dari Menko Airlangga), saya hitung ada beberapa hal penting untuk bisa kami laksanakan terutama bagaimana menciptakan bullion bank, supaya kegiatan dan kemampuan Indonesia untuk kontrol pasar emasnya bisa jalan dengan baik,” bebernya.

Baca Juga: Jokowi Sebut Ekonomi RI Setahun Sangat Terganggu akibat Covid-19

Saat ini, Tambang Grasberg di Papua merupakan tambang emas terbesar di dunia, dengan cadangan emasnya mencapai 30,2 juta ounces, setelah South Deep Gold Mine di Afrika Selatan. Selain itu emas yang dihasilkan dari Grasberg merupakan produk ikutan dari tambang.

Selain itu, dalam catatannya, Indonesia merupakan negara produsen emas terbesar ketujuh di dunia dengan produksi 2020 mencapai 130 ton per tahun atau 4,59 juta ounce. Tetapi PT Aneka Tambang Tbk, yang merupakan produsen asal Indonesia, hanya tergolong sebagai junior gold miner company dengan produksi di tahun 2020 sebesar 1,7 ton.

Bahkan konsumsi emas Indonesia cenderung masih rendah dengan rincian untuk retail investment 172.800 ounces dan perhiasan 137.600 ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini