JAKARTA - Pendapatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) ikut tertekan karena pandemi berdampak signifikan terhadap trafik lalu lintas jalan tol seiring dengan pemberlakukan kebijakan pemerintah soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Namun sayangnya perseroan belum mengumumkan perolehan pendapatan karena menunggu hasil audit. Yang pasti, perseroan mengklaim terjadi penurunan pendapatan dan pertama kali sejak krisis ekonomi 1998.
Baca Juga: Begini Cara Klaim Kerugian di Jalan Tol
Direktur Keuangan Jasa Marga, Donny Arsal mengatakan, pengumuman mengenai pendapatan masih menunggu hasil audit keuangan, sehingga pihaknya masih menanti angka pastinya. Namun, dirinya memastikan, kuartal IV/2020 akan mendapatkan hasil lebih dari dari tiga kuartal sebelumnya.
"Pada kuartal IV/2020, kami mengharapkan lebih baik dari tiga kuartal sebelumnya. Apalagi, sejak banyaknya pengerjaan konsesi jalan tol, kami terdampak beban bunga pinjaman atau interest bearing debt to total equity [DER], kami masih melakukan penghitungan,"ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Jumat (5/3/2021).
Baca Juga: Daftar 5 Jalan Tol Terpanjang di Indonesia
Emiten pengelola jalan tol ini mengharapkan hasil positif setelah terdampak pandemi Covid-19. Pendapatan JSMR, jelasnya, turun berkisar Rp2 triliun atau sekitar 15%. Selain itu, JSMR pada tahun yang sama tetap melakukan ekspansi dengan penambahan pinjaman untuk pengerjaan konsesi tol yang ditugaskan pemerintah. Pinjaman dan Covid-19 ini, jelasnya, tentu akan berdampak buruk terhadap kinerja.
"Pada 2020 menjadi tahun Covid-19, walaupun sempat terhantam sangat berat di kuartal I/2020, tapi dalam tahun penuh diperkirakan pendapatan kami hanya turun berkisar 15%, ini hal yang baik," ungkapnya.