Pendapatan Jasa Marga Turun, Terdalam Sejak Krisis 1998

Jum'at 05 Maret 2021 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 278 2372825 pendapatan-jasa-marga-turun-terdalam-sejak-krisis-1998-l9LXTuqFJu.jpg Trafik Jalan Tol Akibat Pandemi Menurun. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pendapatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) ikut tertekan karena pandemi berdampak signifikan terhadap trafik lalu lintas jalan tol seiring dengan pemberlakukan kebijakan pemerintah soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Namun sayangnya perseroan belum mengumumkan perolehan pendapatan karena menunggu hasil audit. Yang pasti, perseroan mengklaim terjadi penurunan pendapatan dan pertama kali sejak krisis ekonomi 1998.

Baca Juga: Begini Cara Klaim Kerugian di Jalan Tol

Direktur Keuangan Jasa Marga, Donny Arsal mengatakan, pengumuman mengenai pendapatan masih menunggu hasil audit keuangan, sehingga pihaknya masih menanti angka pastinya. Namun, dirinya memastikan, kuartal IV/2020 akan mendapatkan hasil lebih dari dari tiga kuartal sebelumnya.

"Pada kuartal IV/2020, kami mengharapkan lebih baik dari tiga kuartal sebelumnya. Apalagi, sejak banyaknya pengerjaan konsesi jalan tol, kami terdampak beban bunga pinjaman atau interest bearing debt to total equity [DER], kami masih melakukan penghitungan,"ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Daftar 5 Jalan Tol Terpanjang di Indonesia

Emiten pengelola jalan tol ini mengharapkan hasil positif setelah terdampak pandemi Covid-19. Pendapatan JSMR, jelasnya, turun berkisar Rp2 triliun atau sekitar 15%. Selain itu, JSMR pada tahun yang sama tetap melakukan ekspansi dengan penambahan pinjaman untuk pengerjaan konsesi tol yang ditugaskan pemerintah. Pinjaman dan Covid-19 ini, jelasnya, tentu akan berdampak buruk terhadap kinerja.

"Pada 2020 menjadi tahun Covid-19, walaupun sempat terhantam sangat berat di kuartal I/2020, tapi dalam tahun penuh diperkirakan pendapatan kami hanya turun berkisar 15%, ini hal yang baik," ungkapnya.

Selama pandemi Covid-19, perseroan melakukan beberapa adaptasi dalam pekerjaan termasuk melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan secara rutin. JSMR juga memberlakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH). Donny menyebut, walaupun pendapatan turun, dia mengharapkan bottom line atau laba bersih dapat tetap tumbuh. Pasalnya, perseroan telah melakukan sejumlah efisiensi dan pemangkasan biaya.

"Kami telah melakukan efisiensi sepanjang 2020 dan kami masih mengharapkan hasil positif pada bottom line, itu yang terbaik yang bisa dilakukan, karena dampak negatif Covid-19 cukup besar," katanya.

Dia optimistis karena dalam bisnis tol, EBITDA marjin cukup tinggi berkisar 60 hingga 65%. Hal ini yang membuat bisnis tol cukup berketahanan menghadapi Covid-19.

Pada 2019, pendapatan Jasa Marga mencapai Rp10,98 triliun, jika diperkirakan turun hingga Rp2 triliun, pendapatan JSMR sebelum diaudit dapat berkisar Rp9 triliun. Adapun sepanjang tahun, sejak krisis ekonomi 1998, pendapatan JSMR terutama dari jalan tol yang sudah matang selalu tumbuh bagaimanapun kondisi ekonominya.

Pendapatan bisnis tol JSMR pada 13 ruas tol yang sudah matang pada krisis 1998 mengalami penurunan menjadi Rp0,67 triliun dari periode 1997 sebesar Rp0,73 triliun. Namun, pada tahun selanjutnya 1999, kinerja pendapatannya langsung meningkat menjadi Rp0,74 triliun sedikit lebih tinggi dari periode sebelum krisis. Kemudian, baru ketika pandemi Covid-19 pada 2020, JSMR memperkirakan mengalami pendapatan yang anjlok setelah terus bertumbuh sejak masa krisis ekonomi tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini