Kelola Sukuk Global, BSI Berguru ke Dubai Islamic Bank

Jum'at 05 Maret 2021 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 278 2372837 kelola-sukuk-global-bsi-berguru-ke-dubai-islamic-bank-lzlUygyBCj.jpg BRIS Kerjasama dengan Dubai Islamic Bank. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) melakukan kerjasama dengan Dubai Islamic Bank (DIB). Kerjasama ini untuk mengelola sukuk global dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia,

Direktur Utama BRIS Hery Gunardi mengatakan, potensi pengembangan bisnis perbankan dan keuangan syariah di dunia, khususnya Indonesia, masih sangat besar. Akan tetapi, saat ini potensi tersebut belum tergarap maksimal.

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Jajaki Kerjasama dengan Dubai Islamic Bank

Karena itu, Hery berharap, pertemuannya dengan perwakilan Dubai Islamic Bank Group dapat menjadi titik awal terbentuknya sinergi dan kolaborasi untuk pengembangan bersama industri keuangan dan perbankan syariah ke depannya.

“Kami sangat menghargai tawaran kerjasama dari Dubai Islamic Bank, termasuk kami perlu belajar dari Dubai Islamic Bank dalam mengembangkan pembiayaan untuk pengembangan produk. Ini merupakan peluang besar bagi kami untuk memulai perjalanan mewujudkan visi dan misi membawa Bank Syariah Indonesia sebagai salah satu bank syariah terbesar di dunia yang berdampak positif bagi kemaslahatan umat. Bersama Dubai Islamic Bank, kami yakin ke depannya pengembangan industri keuangan dan perbankan syariah bisa semakin maksimal dilakukan. Hal ini tentu akan membawa banyak dampak positif terhadap masyarakat, baik di dunia dan Indonesia khususnya,” ujar Hery, dikutip dari Harian Neraca, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Wapres Minta BSI Bantu Bisnis Syariah di Indonesia

Dalam jangka pendek, BRIS berencana mendirikan kantor atau unit kerja di kawasan Timur Tengah untuk membantu penyerapan dan penyaluran sukuk global pemerintah Indonesia.

Jika terealisasi, rencana ini akan membuat semakin banyak investor luar negeri yang tertarik berinvestasi sesuai syariat Islam untuk mendanai proyek-proyek pembangunan di Indonesia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini