Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengukur Dampak Positif Penutupan Kode Broker dan Tipe Investor

Mengukur Dampak Positif Penutupan Kode Broker dan Tipe Investor
Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Tema tentang penghapusan kode broker saham dan tipe investor tengah jadi pembicaraan hangat di lingkungan pasar modal saat ini. Mengacu pada pengalaman selama ini, setiap terjadi matching transaksi, secara otomatis informasi seputar timestamp order matched, kode saham, harga yang disepakati, volume saham, serta kode broker dan tipe investor akan disajikan melalui running trade dan datafeed secara realtime.

Kebijakan mengenai tampilan informasi ini akan disesuaikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Kelak, informasi realtime yang ditiadakan hanya menyangkut kode broker dan tipe investor. Dengan demikian, running trade dan datafeed realtime tidak lagi menampilkan kode broker dan tipe investor, entah investor lokal maupun asing.

Baca Juga: BEI Jelaskan Penghapusan Kode Broker dan Domisili

Perlu dicatat bahwa informasi tentang kode broker dan tipe investor tidak dihilangkan seluruhnya. Data tersebut akan tetap disajikan untuk informasi yang bersifat non-realtime. Misalnya pada data akhir hari perdagangan, data broker summary yang disajikan di website bursa, data statistic, maupun data daily trading yang selama ini disajikan dalam Website BEI.

Ada sejumlah alasan menjadi latar belakang sekaligus tujuan dari kebijakan ini. Alasan utama tentu saja mengacu pada best practice yang diterapkan di pasar modal mancanegara. Bursa-bursa mancanegara yang sebelumnya menampillan informasi kode broker secara realtime, saat ini umumnya mengubah kebijakan tersebut. Pada sisi lain, terjadinya herding behavior atau praktik ikut-ikutan antar investor bisa diminimalkan.

Baca Juga: Edukasi Investor Pasar Modal, BEI Gandeng Influencer

Penghapusan kode broker dan tipe investor juga bertujuan meningkatkan kewajaran dalam proses pembentukan harga saham dengan meredam proses herding. Dengan demikian, upaya penggiringan harga di pasar bisa diredam. Kebijakan ini juga bertujuan menciptakan encouragement bagi investor untuk melakukan analisa atau riset terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Hasil analisa ini menjadi dasar untuk mengambil keputusan, bukan sekedar ikut-ikutan.

Diakui bahwa dalam jangka pendek, kebijakan ini bisa berdampak pada penurunan transaksi. Namun, berdasarkan hasil kajian, penutupan informasi kode broker di negara lain secara jangka panjang justri berpotensi untuk meningkatkan likuiditas pasar dan menurunkan spread. Pada sisi lain, kebijakan ini juga bisa memproteksi investor untuk bertindak rasional, dan terhindar dari tekanan jual atau beli investor asing.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement