Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing, Sandiaga Sangat Happy

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 320 2372684 jokowi-gaungkan-benci-produk-asing-sandiaga-sangat-happy-TH7bOHge5b.jpg Menpar Gaungkan Bangga Wisata di Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menilai selain bangga buatan Indonesia, mestinya masyarakat juga bangga berwisata di Indonesia.

“Menurut saya ini akan menjadi satu narasi yang sangat kuat dalam memulihkan ekonomi pasca-pandemi ini. Kami di Kemenparekraf melihat bahwa ini satu narasi yang game changer oleh Bapak Presiden. Jadi kami sangat menyambut, sangat happy, apa yang disampaikan Bapak Presiden tadi dalam pembukaan Raker Kementerian Perdagangan ini dan kita all out akan support,” ujar Sandiaga, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Percepat Pemulihan Parekraf, Sandiaga Uno Petakan Masalah dan Solusi Penanganan Covid-19

Sandiaga mengatakan, jika bangga dengan buatan Indonesia dan benci produk luar negeri, artinya semua pihak harus mulai mengkonsumsi produk-produk ekonomi kreatif buatan dalam negeri.

“Terdapat 17 sub sektor produk ekonomi kreatif Indonesia bukan hanya fashion, kuliner, dan juga kriya tetapi kita juga bicara film, animasi, musik, buku, dan sebagainya. Saya sendiri dalam beberapa tahun terakhir juga aktif dalam kegiatan local product local heroes. Jadi dari mulai kacamata, sepatu, baju yang saya kenakan sekarang kita juga di Kemenparekraf akan mendukung produk-produk dalam negeri,” kata dia.

Baca Juga: Dari Singapura Segera Bisa Terbang Langsung ke Labuan Bajo

Pada kesempatan itu, Sandiaga juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 mengubah pola pikir industri pariwisata untuk mengarah kepada more quality more suistanable tourism and development of creative economic. Menurutnya, Indonesia lebih mengejar wisatawan asing yang kemudian terkadang melupakan wisatawan domestik.

“Sebelum pandemi kontribusi kita masih di bawah 5% dan kalau kita lihat dari devisa sekitar 17,6 miliar Dollar, dan kalau kita lihat dari kunjungan wisata mancanegara 16,1 (juta). Kita terlalu asik untuk mengejar apa yang Thailand, mungkin Malaysia, dan jumlah wisatawannya tapi terkadang kita terlupa dengan wisatawan domestik yang kita miliki,” ucap Sandiaga.

“Kita juga memiliki 55 juta lebih kelas menengah atas yang mampu juga melakukan spending dan length of stay yang bisa menyaingi kualitas wisatawan mancanegara,” tambah dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini