Share

Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing, Erick Thohir: Lagu Bimbo Nempel di Hati Saya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 06 Maret 2021 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 320 2373352 jokowi-gaungkan-benci-produk-asing-erick-thohir-lagu-bimbo-nempel-di-hati-saya-zdSQSLOdj5.png Erick Thohir (Foto: Instagram/@erickthohir)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir memamerkan sejumlah barang-barang hasil tangan dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mulai dari batik, makanan, hingga sepatu sneakers.

Menariknya, backsound atau rangkaian lirik musik dalam video tersebut pun bertajuk “Aku Cinta Buatan Indonesia” yang dinyanyikan musisi Indonesia, Bimbo.

“Lagu ini nempel di hati saya. Seperti berbagai produk buatan Indonesia yang nempel di keseharian saya,” ujar Erick Thohir dikutip dalam akun Instagram pribadinya, Sabtu (6/3/2021).

Baca Juga: Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing, Peluang Besar Pengusaha Lokal Unjuk Gigi 

Hal ini setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat Indonesia menggunakan produk dalam negeri dan melakukan kampanye benci produk asing, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju berbondong-bondong bicara soal keunggulan produk lokal.

"Seperti berbagai produk buatan Indonesia yang selalu nempel di keseharian saya. Mulai dari batik, makanan, sampai sneaker. Banyak produk keren dan kekinian buatan Indonesia. Nah.. produk buatan Indonesia apa yang sekarang lagi kamu pakai?," tulis Erick.

Pada kesempatan lain, mantan Bos Inter Milan itu juga memamerkan kinerja PT Sarinah (Persero). Rencananya, Sarina akan menjadi wadah bagi pengembangan produk UMKM di tingkat global.

"Sarinah kita ubah 100% local brand, tapi kita tau bisnis ritel ini sunset, kalau kita tidak punya akses pasar yang kuat juga berat. Karena itu, sejak awal kita bilang Sarinah, selain kita punya lokal brand yang dikurator, tapi dibantu pembiayaannya tapi bantu akses pasarnya mulai coba dibuka," ujarnya.

Sarinah akan menggandeng Dufry International ltd dalam mengembangkan bisnis UMKM. Dengan kerjasama itu, maka produk UMKM akan di jual di gerai Dufry.

Erick menyebut, perusahaan yang bergerak di bidang travel ritel itu memiliki lebih dari 2.400 gerai di 420 lokasi yang tersebar di sejumlah negara. Maka, dengan kemitraan Sarina dan Dufry dipastikan pemasaran produk lokal akan diperdagangkan di secara luas di dunia.

"Kita juga berpartner dengan Dufry, perusahaan duty free terbesar di dunia berbasis di Swiss. Kerja sama, oke, kamu buka outlet di Sarinah, karena memang turis butuh duty free shop seperti, kalau ke Bali ada Plaza Bali, tetap karena kamu berpartner sama kita, kita minta akses 10 produk Indonesia harus dipasarkan di dufry, di seluruh outletnya internasional, apaka kopi, teh coklat, sesuai dengan standar internasional karena kan kita saingan juga dengan merk internasional di outletnya," katanya.

Sarinah sendiri menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM. Salah satu tugas yang dilakukan adalah mempromosikan brand lokal di ranah internasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini