JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat Indonesia menjadi eksportir rumput laut terbesar di dunia. Presentasenya berada di angka 25%dari jumlah ekspor bahan mentah tersebut.
Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja mengatakan, meski Indonesia menjadi eksportir rumput laut terbesar di dunia, namun Indonesia belum menyentuh proses hilirisasi.
"Indonesia termasuk mengekspor rumput laut terbesar di dunia. 25% rumput laut di dunia itu dari kita. Menariknya kita mengekspor dalam bentuk mentah," ujar dia dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sabtu (6/3/2021).
Baca Juga: 60% Kosmetik di Indonesia Masih Impor
KPP sendiri tengah membahas kerja sama dengan sejumlah perusahaan produk-produk kosmetik atau kecantikan seperti Martha Tilaar dan Mustika Ratu. Kerja sama tersebut untuk mengeksplorasi Karaginan (getah) rumput laut yang menjadi bahan dasar pembuatan kosmetik.
"Semua industri kita, saya baru saja bekerja sama dengan Martha Tilaar dan Mustika Ratu untuk menarik karaginan turunan dari rumput laut itu sebagai bagian dari kosmetik," katanya.
Saat ini produsen kosmetik dalam negeri masih mengandalkan impor karaginan dari China. Padahal, bahan bakunya di China bersumber dari rumput laut di Indonesia.
"Masih impor dari China, impor, padahal bahan bakunya impor dari Indonesia, dikirim ke China, masuk sebagai karaginan, dan dimanfaatkan untuk kosmetik," katanya.
KKP ingin mendorong pengolahan rumput laut menjadi beraneka ragam produk bernilai tambah dan bernilai jual tinggi.
Rumput laut adalah salah satu produk unggulan Indonesia. Pada 2019 tercatat nilai ekspor rumput laut Indonesia mencapai 324,84 juta dolar AS atau tumbuh 11,31% dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 291,83 juta dolar. Dalam kurun waktu 2014-2019, rata-rata ekspor rumput laut nasional juga tercatat tumbuh 6,5% per tahun.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.