Pengusaha Masifkan Kampanye Cinta Produk Lokal

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 320 2374097 pengusaha-masifkan-kampanye-cinta-produk-lokal-xO14ODmZv2.jpg Ketua Hipmi Mardani H Maming. (Foto: Okezone.com/Hipmi)

JAKARTA - Para pengusaha mudah membuat beberapa rekomendasi supaya perekonomian nasional lebih maju, produktif dan berdaya saing. Rekomendasi ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian nasional pasca-pandemi.

"Hipmi akan meningkatkan program pelatihan kewirausahaan dan persiapan perkaderan pemimpin masa depan untuk meningkatkan jumlah serta kapasitas pengusaha nasional dan pemimpin muda. Kita dorong kader terbaik untuk kontribusi kepada bangsa dan negara," ujar Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Mardani H Maming, Senin (8/3/2021).

Dalam rangkaian acara Rakernas ke XVII yang diinginkan salah satunya oleh Presiden Joko Widodo yaitu mencintai produk Indonesia, nantinya akan digaungkan ke seluruh provinsi dan badan pengurus cabang (BPC) Hipmi. Maming yakin, hal ini bisa jadi melonjak untuk perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Teknologi Lokal Belum Oke, Jokowi: Silahkan Diambil dari Luar

"Melalui Forum Rakernas ini, Hipmi bertekad mendorong semangat mencintai produk dalam negeri. Hipmi akan melakukan kampanye cinta produk dalam negeri di semua tingkatan. Kita akan bersurat secara resmi ke seluruh BPD Hipmi se-Indonesia untuk gaungkan pakai produk lokal dan kita akan kampanye secara masif," ucapnya.

Dengan mencintai produk dalam negeri, diharapkan agar produk nasional menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Arahan Presiden Joko Widodo untuk mencintai produk buatan Indonesia harus dimaknai bahwa Presiden memberi peluang para pengusaha lokal agar bisa semakin berinovasi dalam meningkatkan daya saing produk di dalam negeri.

Baca Juga: Menko Luhut Minta Pembangunan Infrastruktur Gunakan Produk Dalam Negeri

"Pemerintah saat ini sudah banyak mengeluarkan kebijakan yang sangat mendukung pemakaian produk dalam negeri. Bahkan di kementerian dan BUMN sudah ada yang mulai menerapkan kebijakan ini seperti Kementerian PUPR yang mewajibkan pemakaian produk lokal untuk proyek infrastruktur terutama proyek infrastruktur pemerintah," ungkapnya.

Mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan itu menjelaskan, Hipmi berharap agar langkah ini bisa diterapkan juga oleh para produsen-produsen besar di Indonesia agar lebih mau secara ikhlas untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam produksinya dan tidak hanya pemerintah tetapi pihak swasta juga harus memiliki rasa cinta produk buatan dalam negeri.

"Jangan sampai nanti malah langkah pemerintah yang sudah memprioritaskan penggunaan produk-produk dalam negeri dalam belanja negara ataupun BUMN, tetapi tidak dimanfaatkan para produsen besar tersebut karena tidak mau berupaya meningkatkan TKDN dalam proses produksinya. Nanti multiplier effect seperti yang diharapkan presiden malah tidak terjadi," tuturnya.

Selain itu, Hipmi juga mendorong kolaborasi antara usaha besar dan usaha kecil, antara BUMN dengan swasta, antara pengusaha asing dengan pengusaha lokal. Dengan ini diharapkan pertumbuhan yang tercipta adalah pertumbuhan yang inklusif, pertumbuhan yang berkeadilan sosial.

"Mendorong inovasi dan penerapan teknologi dalam usaha terutama pada usaha yang dikelola oleh anggota Hipmi. Program ini dilakukan dengan mendorong kolaborasi bersama pemerintah, lembaga pendidikan dan lembaga pembiayaan," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini