Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wall Street Ditutup Mixed, Nasdaq Anjlok 2,41%

Antara , Jurnalis-Selasa, 09 Maret 2021 |07:42 WIB
Wall Street Ditutup <i>Mixed</i>, Nasdaq Anjlok 2,41%
Wall Street (Reuters)
A
A
A

Setelah RUU stimulus memperoleh persetujuan Senat AS pada Sabtu (6/3/2021), Presiden Joe Biden mengatakan dia mengharapkan pengesahan yang cepat oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang dikendalikan Demokrat sehingga dia dapat menandatanganinya dan mengirim bantuan tunai langsung 1.400 dolar kepada warga Amerika.

Tetapi, prospek pengeluaran pemerintah yang lebih banyak dan pertumbuhan ekonomi telah memicu kekhawatiran lonjakan inflasi, mengirim imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun yang dijadikan acuan mendekati level tertinggi satu tahun dan membebani saham teknologi yang mengandalkan pendanaan murah untuk pertumbuhan.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada Senin (8/3/2021) bahwa paket tersebut akan memicu pemulihan AS yang "sangat kuat" dan dia tidak memperkirakan ekonomi berjalan terlalu panas karena peningkatan pengeluaran.

Ketika imbal hasil obligasi telah bergerak naik, kekhawatiran tentang penilaian ekuitas untuk saham berorientasi pertumbuhan dan saham teknologi secara khusus telah membebani Nasdaq tanpa henti selama tiga minggu terakhir, kata Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles.

Saham-saham yang akan berkinerja baik setelah orang mulai bepergian dan makan di luar lagi telah mendorong harga-harganya lebih tinggi, kata James.

"Orang-orang telah merealokasi aset ke sektor-sektor itu. Itu berasal dari teknologi untuk mendanai pembelian itu," katanya.

Sektor keuangan adalah pendorong terbesar dalam S&P 500, mencapai rekor karena suku bunga pasar yang lebih tinggi dan kurva imbal hasil yang lebih curam membantu bank. Industri berada tepat di belakang, juga mencapai rekor tertinggi, sementara sektor material mendekati puncak sepanjang masa. Sektor teknologi berada di titik merah terdalam.

Penurunan baru-baru ini di saham teknologi besar berlanjut, dengan Apple Inc, Nvidia Corp, Tesla Inc dan Alphabet Inc Google memimpin penurunan saham di Nasdaq.

Saham teknologi sangat sensitif terhadap kenaikan imbal hasil karena nilainya sangat bergantung pada laba di masa depan, yang didiskon lebih dalam saat pengembalian obligasi naik. Perbedaan antara saham teknologi dan non-teknologi menjelaskan perdagangan hari ini, kata Joe Saluzzi, mitra dan salah satu pendiri Themis Trading di Chatham, New Jersey.

"Paket stimulus pasti akan membantu nama-nama yang lebih besar," kata Saluzzi, mengacu pada saham non-teknologi. "Saham-saham yang terkait dengan pergi keluar dan tidak tinggal di rumah sekarang lebih baik," katanya.

Bank menambahkan sekitar 2,0 persen saat imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun berdiri di dekat tertinggi 13-bulan, sementara maskapai penerbangan melonjak sekitar 5,0 persen.

Walt Disney Co melonjak sekitar 6,0 persen ketika pejabat kesehatan California menetapkan aturan baru yang akan memungkinkan Disneyland dan taman hiburan lainnya, stadion, dan tempat hiburan luar ruangan dibuka kembali paling cepat 1 April.

GameStop Corp melonjak sekitar 42 persen setelah perusahaan mengatakan telah menunjuk pemegang saham Ryan Cohen untuk memimpin transisi ke bisnis e-commerce.

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement