Sri Mulyani Akui Banyak Wanita Terbebani Covid-19

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 09 Maret 2021 09:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 320 2374686 sri-mulyani-akui-banyak-wanita-terbebani-covid-19-ruKSVqq9gl.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pandemi Covid-19 benar-benar mempengaruhi kehidupan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan. Terutama bagi perempuan, Covid-19 sangat berkaitan dengan aktivitas perekonomian yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan rumah tangga, dimana perempuan banyak yang menjadi penggerak maupun bekerja di bidang tersebut.

“Virus corona tidak hanya mempengaruhi aktivitas ekonomi, namun juga menciptakan beban yang sangat besar di tingkat rumah tangga dan itu berarti perempuan akan memikul sebagian besar beban itu,” jelas Menkeu dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (9/3/2021).

 Baca juga: Lapor SPT Tahunan, Sri Mulyani: Tak Perlu ke Kantor Pajak

Menkeu menjelaskan bahkan sebelum Covid-19, perempuan juga memiliki kondisi yang tidak mudah dalam hal akses keuangan. Mereka jauh lebih sulit untuk mengakses permodalan baik terutama dari perbankan atau lembaga keuangan formal.

Menurut Sri Mulyani, mereka juga kurang melek finansial. Apalagi jika digabungkan dengan teknologi digital.

 Baca juga: Cerita Sri Mulyani soal Perempuan Bawa Mobil Miring-Miring

“Jadi ketika kita semua mengerti bahwa dengan covid dan kendala untuk berinteraksi secara fisik, maka Anda harus go digital maka ini menjadi tantangan yang semakin meningkat bagi seorang wanita," katanya.

Menkeu menambahkan, pemerintah berupaya sebaik mungkin untuk memulihkan perekonomian. Diantaranya dengan cara mempermudah akses kepada perbankan, memberikan akses modal atau restrukturisasi pinjaman termasuk subsidi bunga, memberikan bantuan kepada usaha ultra-mikro dan usaha kecil menengah, serta memperkenalkan literasi keuangan serta pemahaman tentang aplikasi digital.

“Begitu pula dengan aktivitas ekonomi, sehingga banyak aktivitas yang harus berubah kepada platform digital. Jadi bagi kami ini adalah kesempatan yang sangat penting bagaimana mengonversi beberapa program sosial, yang masih konvensional menjadi digitalisasi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini