Selamat Tinggal BBM, Transportasi Ramah Lingkungan Tak Bisa Ditunda Lagi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 09 Maret 2021 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 320 2375094 selamat-tinggal-bbm-transportasi-ramah-lingkungan-tak-bisa-ditunda-lagi-k0Uf4LJ6GX.jpg Penerapan Transportasi Ramah Lingkungan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Jakarta segera mengaplikasikan konsep sustainability city. Di mana pembangunan kota tidak hanya memperhatikan ekonomi, namun juga kualitas hidup manusia di dalamnya.

“Kami menyadari bahwa transportasi itu merupakan denyut nadi dalam kehidupan perkotaan, kita harus memastikan bahwa transportasi itu ramah lingkungan dan bebas polusi,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, Selasa (9/3/2021).

Baca Juga: Menristek Proyeksikan Transportasi Masa Depan Cashless dan Humanless

Hal ini selaras bahwa Indonesia menyetujui komitmen Paris Agreement dalam Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Bangsa-bangsa, yang diawali dengan mereduksi emisi karbon dioksida yang berlaku pada 2020.

Jakarta, sebagai pusat Ibu Kota, diharapkan dapat mengawali perubahan lingkungan yang lebih baik. Di mana pusat kota merupakan pusat hiruk pikuk dengan banyaknya kemacetan dan transportasi yang kerap sesak.

Baca Juga: Bye BBM, Jokowi Ingin Transportasi Massal di RI Pakai Listrik

Sementara itu, Direktur Konservasi Energi Luh Nyoman Puspa Dewi menjelaskan bahwa Sumber Daya Manusia saat ini fokus terhadap motor listrik. Diaa mengatakan, Badan Penelitian dan Pengembangan melakukan penelitian memodifikasi motor dengan bahan bakar listrik dan baterai.

“Harapannya motor-motor yang dimodifikasi dengan bahan bakar listrik jadi lebih murah. Memang peraturan harus dipenuhi pada masyarakat dan tentunya juga industri,” katanya.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Dadan Kusdiana mengatakan bahwa Indonesia segera menuju angka 23% untuk energi terbarukan dari total campuran energi primer nasional pada 2025.

Selain itu, menggadangkan waste-to-energy juga atau limbah ke energi yang merupakan proses menghasilkan energi ke dalam bentuk listrik atau panas. Bisa juga pengolahan limbah yang menjadi sumber bahan bakar.

“Jadi dua-duanya harus dijaga, jadi kita menjaga komitmen global Presiden. Kita memastikan bahwa program dan kebijakan match dengan apa yang ditargetkan. Pengurangan Rumah Kaca juga dapat tercapai,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini