IPO, Berkah Beton Sadaya Kantongi Dana Rp200 Miliar

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 10 Maret 2021 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 278 2375357 ipo-berkah-beton-sadaya-kantongi-dana-rp200-miliar-MkWbJI9sbU.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - PT Berkah Beton Sadaya Tbk melakukan penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang bergerak di bidang industri pendukung infrastruktur yang memproduksi beton readymix dan precast ini resmi tercatat sebagai perusahaan ke-9 di tahun 2021 dan ke-722 di Bursa.

Emiten dengan kode saham BEBS ini melepas 2 miliar saham atau setara dengan 22,22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga saham perdana Rp100 per unit dan dana yang berhasil dihimpun Perseroan sebesar Rp200 miliar.

Baca Juga: 26 Perusahaan Antre IPO, BEI: Belum Ada dari Golongan BUMN

Berdasarkan hasil penawaran umum dari tanggal 1-4 Maret 2021, saham BEBS mengalami oversubscribed 32,07 kali dari penawaran pooling. Perseroan menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam IPO ini.

Direktur Utama Berkah Beton Sadaya Hasan Muldhani mengatakan, langkah Perseroan masuk ke Bursa adalah bagian dari strategi untuk meningkatkan ekspansi usaha, kapasitas pendanaan, tata kelola, dan prinsip keterbukaan Perseroan lebih baik sebagai perusahaan publik, yang diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi stakeholder.

Baca Juga: Anak Usaha Jasa Marga Bakal IPO hingga Spin Off, Ini Bocorannya

“Pembangunan infrastruktur beberapa tahun ke depan masih menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Berlandaskan pada hal tersebut, terlihat bahwa industri manufuktur beton readymix dan precast memiliki prospek usaha yang sangat baik," ujar Hasan dalam keterangan tertulis, Rabu (10/3/2021).

Dia menambahkan, pihaknya menyiapkan strategi-strategi yang komprehensif yang diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar perusahaan di industri konstruksi nasional, salah satunya dengan menjadi perusahaan terbuka.

Selain itu, Perseroan juga akan melakukan rencana ekspansi usaha di beberapa daerah yaitu Subang (Jawa Barat), Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah. Di Subang, Perseroan sedang membangun pabrik Precast Square Pile. Di Kalimantan Tengah berencana akan membangun satu Batching Plant, dua Crusher Plant, satu Tambang Pasir, satu Asphalt Mixing Plant (AMP), satu pabrik Precast Square Pile, dan satu pabrik Precast Spun Pile. Sedangkan di Sulawesi Tengah, Perseroan berencana membangun satu Crusher Plant.

"Pembangunan pabrik di Kalimantan dan Sulawesi merupakan strategi Perseroan untuk pengembangan ekspansi usaha dimana pertimbangan adalah lokasi pabrik dekat dengan lokasi bahan baku batu split dan pasir yang dimiliki oleh Entitas Anak. Perseroan bisa mengurangi HPP produk, sehingga bisa menjual produk Perseroan dengan harga yang kompetitif," ucapnya.

Adapun rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO tersebut, sekitar 53,67% dari dana IPO akan digunakan untuk pembelian satu bidang tanah seluas 74.045 meter persegi dengan nilai transaksi Rp103 miliar. Adapun sisanya, 46,33% dari dana IPO akan digunakan untuk belanja modal.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini