Kisah Sedih Pedagang Pecel Ayam karena Mahalnya Harga Cabai

Ferdi Rantung, Jurnalis · Rabu 10 Maret 2021 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 320 2375704 kisah-sedih-pedagang-pecel-ayam-karena-mahalnya-harga-cabai-va6bWyGGbH.jpg Pedagang Pecel Ayam Merugi karena Harga Cabai Naik. (Foto: Okezone.com/MNC)

JAKARTA - Salah Satu Pedagang Pecel Ayam di Tangerang Efendi mengaku pendapatannya turun setelah harga cabai meroket. Selama harga cabai naik, pendapatan dagangnya berkurang sekitar 10%.

Meski mengaku merugi, lanjut Efendi, pihaknya tidak akan menaikan harga jual makanan. Sebab, Jika dinaikan nantinya akan membebani para pelanggan.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp140 Ribu, Ini Biang Keroknya

"Jika dinaikan harganya para pelanggan tidak mau membeli lagi. apalagi pas pandemi seperti ini," katanya kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (10/3/2021)

Dia mengatakan, untuk mengatasi harga cabai rawit yang mahal pihaknya mengkombinasikan dengan cabai keriting. Menurutnya, harga cabai yang naik saat ini tidak akan berlangsung lama.

Baca Juga: Harga Cabai Meroket, Biarkan Petani Menikmatinya

"Biasanya yang sudah-sudah harga cabai nanti akan balik lagi seperti semula dalam waktu dekat sekitar seminggu, gak lama," terangnya

Senada dengan Efendi, Pemilik Warung Nasi Padang di Kawasan Ciledug Tangerang, Muhammad Saman mengatakan bahwa lebih baik merugi sebentar dibandingkan harus menutup usahanya. Sebab, jika menutup usaha kerugiannya akan lebih besar.

"Ya tidak apa - apa cabai merugi sebentar dibandingkan harus menutup usaha. Yang penting bisa membayar gaji karyawannya," terangnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini