Kejar Target Modal Inti, Bank Kecil Butuh Investor

Hafid Fuad, Jurnalis · Jum'at 12 Maret 2021 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 320 2376643 kejar-target-modal-inti-bank-kecil-butuh-investor-agiepGERw5.jpg Perbankan (Shutterstock)

JAKARTA - Aksi korporasi perbankan masih akan marak terjadi. Bank kecil didesak untuk menambah kapasitas permodalan agar kuat sehingga harus agresif mendapat suntikan dana dari investor.

Otoritas Jasa Keuangan OJK sudah menerbitkan Peraturan OJK No 12/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Konsolidasi Bank Umum yang sejak 17 Maret 2020.

 Baca juga: Hikmah di Balik Pandemi, Percepat Proses Digitalisasi Bank

Aturan ini mendorong bank mengikuti dan menyesuaikan perkembangan ekosistem perbankan Indonesia yang saat ini telah bergerak cepat dan dinamis didukung kemajuan teknologi yang terus berkembang.

Bank harus secepatnya menambahkan modal inti minimum karena bank umum minimal harus memiliki modal sebesar Rp1 triliun tahun ini, Rp2 triliun pada 2021 dan minimal Rp3 triliun tahun 2022.

 Baca juga: Suku Bunga BI Dorong Tingginya Likuiditas Perbankan

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menilai aksi korporasi Bank mencari investor harus dipelajari Investor terlebih dahulu. Investor yang masuk harus dicermati bukan yang sekedar menambah portofolio saja. Namun yang betul-betul memberikan nilai tambah.

"Investor yang masuk harus melakukan knowledge transfer. Ini yang harus dipelajari investor. Perhatikan rekam jejak dan tujuannya. Apa mereka sekedar menambah portofolio investasi saja atau menambah manfaat," ujar Reza saat dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta (12/3/2021).

Selain itu dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menilai berlebihan tren bank digital. Karena menurutnya tidak akan terlalu banyak perbedaannya kedepan. Arahnya akan tetap sama dan tidak mungkin berubah signifikan. Terbukti bank sudah masuk digitalisasi dalam transaksi saat ini. "Digital nantinya akan jadi hal umum saja," katanya.

Dia juga menambahkan perkembangan bank masih akan sama seperti sekarang khususnya akan ada kompetisinya juga. Ini karena semua bank akan melakukan transformasi digital dan ini akan membuat terbuka persaingannya. "Kemampuan penyaluran kredit dan jumlah nasabah tetap jadi kunci mencari pendapatan bank. Sama saja. Tidak mungkin dengan cara yang lain," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini