Menteri Trenggono Minta Garam Dijual Online

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 12 Maret 2021 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 320 2376663 menteri-trenggono-minta-garam-dijual-online-nf4g0j4IPC.jpg Menteri KP Trenggono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Produksi garam di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah meningkat sejak dibangunnya tunnel garam di Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit. Dalam sekali produksi bisa menghasilkan sekitar 7,2 ton yang didominasi garam kosmetik.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta masyarakat dan pemda memasarkan garam yang dihasilkan secara media online. Sejauh ini memang sudah berjalan, namun belum maksimal.

 Baca juga: Kibarkan Bendera Putih, Target Produksi Garam 3,1 Juta Ton Sulit Tercapai

Penjualan garam secara online ini menurut Menteri Trenggono, dapat mempermudah penjual dan pembeli sehingga diharapkan penyerapan terhadap garam yang diproduksi bisa lebih maksimal. Dengan demikian penghasilan petambak garam ikut meningkat.

"Penjualan lewat online itu sangat bagus. Kita harus dorong agar tidak ada tengkulak," ujar Menteri Trenggono, Jumat (12/3/2021).

 Baca juga: Peluang Besar, Produksi Garam NTT Bisa Kurangi Impor

Tunnel produksi di Kampung Garam jumlahnya mencapai 40 unit dan mulai dioperasikan sejak akhir tahun 2020. Pembuatan tunnel ini bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digagas pemerintah untuk membantu perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Kelompok petambak garam Cirat Segoro Renges yang berproduksi di Kampung Garam. Terdapat 26 anggota di dalamnya dan yang mereka hasilkan adalah garam kosmetik serta garam konsumsi. Harga jual per kilogramnya di kisaran Rp30.000 sampai Rp40.000 dengan pasar sekitaran DI Yogyakarta dan Lampung.

Ketua Kelompok Cirat Segoro Renges Budi Santoso menyebut penjualan garam melalui online dengan memanfaatkan media sosial. Dia berharap adanya bimbingan dari pemda dan juga UPT KKP supaya penjualan bisa lebih masif.

"Kami sudah jual lewat online tapi masih belum banyak. Kebanyakan yang beli datang langsung. Tapi kan ke depannya memang harus online. Kami harap ada pendampingan supaya pengemasan dan promosi yang dilakukan secara online lebih besar hasilnya," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini