Bisnis Tergerus Covid-19, Ini Jurus Menhub ke Operator Bus

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 14 Maret 2021 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 14 320 2377574 bisnis-tergerus-covid-19-ini-jurus-menhub-ke-operator-bus-i2qU2tkbHt.jpg Budi Karya Sumadi (Okezone)

JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) menggerus hampir sebagian bisnis transpoetasi tak terkecuali transportasi darat seperti bus. Akibat wabah virus corona permintaan layanan bus tergerus hingga 70%.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pada pandemi Covid-19 ini dituntut kreatifitas untuk melakukan edukasi kepada masyarakat. Misalnya saja dengan membuat konten-konten menarik di sosial media yang menarik perhatian generasi muda.

 Baca juga: Pekan Depan, Giliran Sopir Bus hingga Ojol Divaksin

"Dengan sosial media, kita bisa terobos ruang lebar yg sempit untuk dituju yaitu generasi muda yg merupakan pasar besar untuk dorong menggunakan bus,” ujar dia dalam acara acara pembukaan Sumatera Roadshow 2021 With PerpalZ TV, di Jakarta, Minggu (14/3/2021).

Sebagai salah satu contohnya adalah ketika masyarakat akan berpergian dari Jakarta menuju Temanggung. Hanya transportasi bis saja yang bisa menjangkau langsung.

 Baca juga: Menristek Proyeksikan Transportasi Masa Depan Cashless dan Humanless

Sementara jika menggunakan transportasi lainya seperti Kereta Api, masyarakat harus transit dahulu ke daerah lain seperti Solo atau Semarang. Apalagi jika fasilitas dan layanan yang disediakan seperti luxury, maka transportasi ini tidak akan kalah dengan udara maupun kereta.

"Di Temanggung dari Jakarta, kalau naik Kereta Api kan mesti ke Solo atau Semarang. Dengan bus ini kan point ke point," ungkap dia.

Dia juga menambahkan, tanpa berfikir kreatif, transportasi darat seperti bus akan semakin tergerus. Oleh karena itu, dirinya menyambut positif upaya-upaya kreatif yang dilakukan oleh stakeholder terkait untuk mempromosikan transportasi darat ini.

Termasuk misalnya adalah dengan satu gerakan kebangkitan transportasi darat dari pandemi dan kampanye keselamatan angkutan jalan. Dengan adanya gerakan ini diharapkan, pelaku usaha angkutan jalan dapat bangkit kembali setelah pada 2020 mengalami penurunan penumpang.

"Saya mendukung gerakan ini, karena media sosial saat ini sangat baik untuk mempromosikan tentang transportasi darat, khususnya kepada para generasi muda," pungkas dia.

Sementara itu, Ketua Umum IPOMI Kurnia Lesani Adnan, yang menjadi pelopor gerakan, mengatakan, kondisi pandemi berdampak langsung bagi industri angkutan jalan khususnya bus. Menurutnya, perlu ada upaya bersama untuk membangkitkan industri ini, dengan memberikan harapan positif kepada pelaku usaha dan masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini