Bantu Tenaga Kerja Selama Covid-19, Menaker Singgung BLT Subsidi Gaji

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 15 Maret 2021 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 320 2377959 bantu-tenaga-kerja-selama-covid-19-menaker-singgung-blt-subsidi-gaji-SWJClEuKUz.jpg Menaker (Foto: Okezone)

JAKARTA - Total penduduk usia kerja sebanyak 203,97 juta orang, persentase penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 mencapai 14,28% atau sebanyak 29,12 juta orang. Sedangkan, angkatan kerja yang terdampak Covid-19 adalah sebesar 20,51%.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, Kemnaker telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor ketenagakerjaan. Selain itu, untuk penanganan dampak pandemi, Kemenaker sudah melangsungkan beberapa program Kemnaker dan program PEN yang menyasar sektor ketenagakerjaan.

"Dari Kemnaker, sudah dilakukan Program Kemnaker dengan total target 2.916.412 orang," ujar Ida dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin (15/3/2/2021).

Baca Juga: 5 Fakta Penantian BLT Subsidi Gaji Masuk Rekening 

Dari program tersebut, diberikan pelatihan vokasi dengan metode blended training untuk 121.049 orang, pemagangan di industri 19.475 orang, pelatihan peningkatan produktivitas bagi tenaga kerja 11.346 orang, sertifikasi kompetensi 749.307 orang, penempatan tenaga kerja dalam negeri 836.181 orang, penempatan tenaga kerja luar negeri 112.700 orang, pelatihan wirausaha baru 212.260 orang, inkubasi bisnis 4.080 orang, padat karya 106.014 orang, dan gerakan pekerja sehat 24.000 pekerja.

"Kemudian, untuk program PEN yang menyasar sektor ketenagakerjaan, total yang sudah disasar adalah sebanyak 32.421.440 orang," tambah Ida.

Program ini terdiri dari bantuan subsidi upah (BSU) untuk 12.265.437 orang, Kartu Prakerja 5.509.055 orang, bantuan produktif usaha mikro 12 juta orang, dan padat karya Kementerian/Lembaga (K/L) sebanyak 2.646.948 orang.

Dia mengatakan, upaya pemerintah dalam memitigasi dampak pandemi Covid-19 di sektor ketenagakerjaan, baik dari program yang sudah ada di Kemnaker maupun dukungan PEN telah menyasar pada 35.617.852 orang.

"Capaian itu sudah melebihi penduduk usia kerja terdampak Covid-19 yang disurvei oleh BPS mencapai 29,12 juta orang," pungkas Ida.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini