Mendag Baper dengan Harga Cabai

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 15 Maret 2021 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 320 2378156 mendag-baper-dengan-harga-cabai-h5E32kNL2f.jpg Harga Cabai Naik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Perdagangan M Lutfi memastikan bahwa harga cabai akan turun menjelang bulan Puasa. Hal ini didasari karena beberapa wilayah di Jawa memasuki musim panen.

"Di beberapa sentra panen cabai di Jawa akan memasuki panen. Jadi bulan Maret ini harga cabai akan turun," kata Mendag dalam konferensi pers secara virtual, Senin (15/3/2021).

Baca Juga: Harga Cabai Tembus Rp150.000/Kg, Mendag: Kerusakan Panen akibat Hujan

Lutfi menjelaskan, berdasarkan pantauan kemendag pada tanggal 10 -12 Maret, cabai merah keriting terjadi penurunan sebesar 1,55%. Sedangkan untuk Cabai rawit merah sebesar 0,49%.

"Menurut perhitungan kita harga cabai akan terus menurun sampai dengan hari raya Lebaran," terangnya.

Baca Juga: Waduh, Harga Cabai Rawit Mahal Imbas Terkena Penyakit

Mendag menambahkan, penurunan harga cabai hingga Lebaran ini akan membuat harga cabai benar-benar anjlok. Bahkan, imbuh Lutfi, harga cabai bisa di bawah harga HET yang ditentukan pemerintah.

"Yang saya takutkan bahkan ketika bulan Puasa cabai malah terjadi penurunan di bawah harga HET. Tapi ya sudah ketika harga naik Mendag yang salah, ketika turun saya juga yang salah. Saya terima" terangnya.

Selain itu, Lutfi menjelaskan kenaikan harga cabai bisa terjadi karena adanya kerusakan panen di beberapa wilayah.

"Di Tuban, Kediri dan Blitar terjadi kerusakan panen sebesar 40%. Sementara di Wajo Sulawesi Selatan terjadi kerusakan panen sebesar 70%," kata Mendag.

Dia menjelaskan bahwa rusaknya panen cabai ini dikarenakan curah hujan yang tinggi. Tak pelak, harga cabai pun bisa naik melebihi 3 bulan.

"Karena hujan, yang biasanya naiknya cuma 3 bulan bisa nambah sebulan setengah bulan. hujanya deras terus membuat rusak cabai petani," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini