Stabilkan Harga Pangan, Kemendag Kumpulkan Kepala Daerah

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 18 Maret 2021 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 320 2379890 stabilkan-harga-pangan-kemendag-kumpulkan-kepala-daerah-Y2r3fZ12xE.jpg Stabilkan Harga Pangan. (Foto: Okezone.com/Bulog)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya menstabilkan harga pangan dan menyerap hasil saat panen raya. Hal ini dilakukan dengan melakukan kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Wamendag Jerry Sambuaga dan Gubernur Ganjar Pranowo mengumpulkan 11 Bupati di Jawa Tengah untuk memacu kinerja Sistem Resi Gudang (SRG). SRG adalah sistem logistik yang diarahkan untuk menjadi buffer dalam sistem perdagangan.

SRG berfungsi menyerap komoditas bahan pokok masyarakat saat terjadi panen raya sehingga harganya tidak turun dan sebaliknya menjual produknya ketika terjadi penurunan pasokan sehingga harganya tidak melonjak tajam. Baik produsen yaitu petani dan peternak maupun konsumen mendapatkan manfaat berupa harga yang wajar dan tidak fluktuatif.

Baca Juga: Badan Pangan Nasional Belum Terbentuk, DPR Panggil 4 Menteri Jokowi

Ini memberikan kepastian usaha bagi ekonomi masyarakat sehingga mereka bisa berproduksi secara berkelanjutan.

Beberapa Daerah di Jawa Tengah punya cerita sukses dengan SRG, yaitu Wonogiri untuk produk beras dan Brebes untuk produk bawang merah.

Namun masih ada beberapa Daerah yang diberikan bantuan gudang oleh pemerintah pusat belum optimal kinerjanya. Karena itulah Jerry berkolaborasi dengan Ganjar.

“Peran Kepala Daerah sangat besar. Karena itu, dengan bantuan Pak Ganjar kita kumpulkan para bupati agar SRG di daerah mereka yang belum berfungsi sebagaimana mestinya bisa kita berdayakan.” Kata Jerry., Kamis (18/3/2021).

Baca Juga: Wamendag: Badan Pangan Nasional Harus Independen dan Tidak Birokratis

Selain Wonogiri dan Brebes, SRG lain di Jawa Tengah ada di 11 kabupaten. Mereka rata-rata menggarap komoditas kebutuhan pokok seperti beras, cabai, dan jagung.

Beberapa daerah mulai mengembangkan ke produk lain. Purwodadi misalnya mulai melirik komoditas kedelai yang permintaan pasarnya besar dan terus meningkat. Sementara Wonogiri mulai membuka wacana untuk mengelola empon-empon yang menopang industri jamu khas Jawa Tengah.

Kementerian Perdagangan sendiri hingga Maret 2021 ini telah menerbitkan 392 resi gudang senilai Rp76,4 Miliar. Nilainya diharapkan meningkat sekitar 7% pada tahun ini. 

Untuk itu, upaya-upaya menggenjot peran stake holder terus dilakukan. Beberapa waktu lalu misalnya, menggandeng BRI untuk makin intensif terjun di SRG. BRI memang banyak terlibat dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bank lain di Jawa Tengah yang turut berkolaborasi dengan SRG adalah Bank Jateng dan Bank BJB Tandamata.

“Kita senang, perbankan makin terlibat dalam SRG. Sistem resi gudang ini memang punya prospek cerah bukan hanya di sisi sosial tetapi juga dari sisi bisnis. Jika dikelola dengan benar, maka aset ekonomi yang dikelola sangat besar karena menyangkut konsumsi keseharian masyarakat,” ujarnya.

Selain perbankan, Kemendag juga bekerja sama dengan lembaga lain seperti Bulog dan PTPN. Kedua BUMN tersebut memang dikenal punya instalasi gudang dan mekanisme produksi dan perdagangan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini