Ekspor-Impor Turun, Sri Mulyani: Kita Perlu Membenahi Diri

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 18 Maret 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 320 2379961 ekspor-impor-turun-sri-mulyani-kita-perlu-membenahi-diri-DFQ8zw8bqI.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah terus membenahi ekonomi Indonesia. Di mana selama satu tahun lalu kinerja ekspor dan impor terus turun.

"Dalam satu tahun, dengan kegiatan ekonomi menurun pada ekpsor impor. Justru dengan situasi ini kita perlu membenahi diri," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam video virtual, Kamis (18/3/2021).

Baca Juga: Neraca Perdagangan Diproyeksi Defisit Lagi pada Pertengahan Tahun

Untuk itu, Pemerintah meluncutkan platform ekosistem logistik di Batam (Batam Logistic Ecosystem/BLE) di Batam sebagai pilot project dari ekosistem logistik nasional (National Logistic Ecosystem/NLE).

Tujuannya, untuk meningkatkan daya saing ekonomi di Batam. Serta bisa menarik investasi dengan adanya kemudahan izin berbisnis tersebut.

"Alasannnya satu untuk meningkatkan komptitivens Batam, jadi Batam dari kinerja ekonomi selama 5 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi selalau di bawah nasional padahal potensinya sangat besar. ini salah satu bentuk BLE untuk tingkatkan kepastian usaha dan daya tarik investasi di Batam," katanya.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Surplus Lagi, BI: positif Bagi Ketahanan Ekonomi RI

Dia berharap seluruh kebijakan untuk memperbaiki lingkungan bisnis dan penciptaan kerja seperti di undang-undang cipta kerja bisa di laksanakan. Sehingga lebih mudah memberikan kepastian.

"Lalu ini dianggap akan menciptakan koordiansi platform bagi seluruh Kementerian dan Lembaga serta pemda serta dunia usaha sehingga kordiansi jauh lebih mudah transparan dan memberi kepastian," tandasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2021 surplus USD2 miliar. Rinciannya nilai ekspor USD15,27 miliar dan nilai impor USD13,26 miliar

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, neraca perdagangan surplus sangat menggembirakan dikarenakan volume sektor ekspor yang tumbuh.

"Kenaikannya ini menggembiarkan karena sektor perdagangan kita ini terjadi pada perkebunan dan pertanian hingga dua digit," ujar Suhariyanto dalam video virtual.

Kata dia, ekspor bulan Februari didominasi oleh industri pengolahan yang tumbuh 1,38% (mtm) didorong besi baja, kendaraan motor, logam dasar mulia dan kimia dasar organik dari hasil pertanian.

"Secara tahunan, industri pengolahan juga tumbuh 9% (yoy) didorong oleh besi baja dan kimia dasar organik serta peralatan listrik," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini