Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Kaget Ya, Utang Luar Negeri RI Diprediksi Tembus Rp10.000 Triliun

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Rabu, 24 Maret 2021 |17:15 WIB
Jangan Kaget Ya, Utang Luar Negeri RI Diprediksi Tembus Rp10.000 Triliun
ULN (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Utang luar negeri (ULN) di akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diprediksi akan mencapai Rp10.000 triliun. Utang tersebut terdiri dari utang sektor publik.

ULN Indonesia per akhir Januari 2021 meningkat dari posisi ULN di Desember 2020. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi ULN Indonesia pada periode tersebut sebesar UUSD420,7 miliar atau lebih tinggi dari posisi Desember 2020 yang tercatat USD417,5 miliar.

Utang itu terdiri terdiri dari ULN sektor publik atau pemerintah dan bank sentral sebesar USD213,6 miliar dan ULN sektor swasta, termasuk BUMN sebesar USD207,1 miliar.

"Ini belum selesai pemerintahannya, kalau sudah selesai diperkirakan menjadi Rp10 ribu triliun utang di APBN," ujar Ekonom senior Indef Didik J Rachbini dalam diskusi virtual Rabu (24/3/2021).

Baca Juga: Bayi Baru Lahir Nanggung Utang Rp6.000 Triliun, Kemenkeu: Faktanya yang Bayar Negara 

Didik menilai, tren utang di masa kepemimpinan Presiden Jokowi bertambah sangat pesat dibanding pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Untuk SBY, di akhir masa jabatannya, utang pemerintah tercatat sebesar Rp2.700 triliun dan utang BUMN Rp500 triliun.

Di sisi lain, dia juga menyoroti lemahnya peran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam penyusunan anggaran negara, sehingga utang melesat lepas dari kontrol para anggota dewan. Didik menilai saat ini, wakil rakyat sudah tidak bisa lagi berkutik.

"Ini suatu prestasi yang besar dan ini perlu dicermati. Mengapa DPR tidak berkutik? Karena kekuasaan eksekutif sudah pindah ke legislatif. DPR sudah lemah seperti masa orde baru," kata dia.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement