Jokowi ke Bupati: Anggaran Jangan Diecer Nanti Enggak Kepilih Lagi

Dita Angga R, Jurnalis · Jum'at 26 Maret 2021 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 320 2384417 jokowi-ke-bupati-anggaran-jangan-diecer-nanti-enggak-kepilih-lagi-0W8oIXHTzc.jpg Jokowi (Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para bupati tidak mengecer APBD kepada seluruh dinas yang ada. Pasalnya anggaran negara terbatas sehinggga harus ada skela prioritas.

“Sekali lagi anggaran itu terbatas. APBN itu terbatas, APBD juga terbatas. Jadi jangan diecer-ecer. Jangan dibagi rata. Saya ingatkan bolak- balik jangan dibagi rata, jangan diecer-ecer untuk semua unit organisasi yang ada di kabupaten bapak ibu sekalian,” katanya pada Peresmian Pembukaan Musyawarah Nasional V APKASI di Istana Negara, Jumat (26/3/2021).

 Baca juga: Mengintip Besaran APBD saat PPKM Mikro, Siapa Terbesar?

“Jangan membelanjakan untuk banyak pos belanja. Semuanya dinas diberi. Semua, semua, semua, semua. Kita engga punya skala prioritas. Engga tau prioritasnya yang mana,” lanjutnya.

Menurutnya jika anggaran dibagi rata ke semua dinas tanpa ada skala prioritas tidak akan jadi apapun. Bahkan dia menyebut bisa jadi tidak akan terpilih untuk periode keduanya.

Baca juga: Penanganan Covid-19 dari APBD Rp42,15 Triliun, Simak Rinciannya

“Sekali lagi jangan anggaran itu diecer-ecer. Jangan disebar diseluruh pos belanja. Engga akan jadi (apapun). Setahun ilang, dua tahun ilang. Kok ga keliatan, ga keliatan. Tahu-tahu sudah lima tahun engga kepilih karena ga jelas. Ini bupati kok sudah lima tahun engga keliatan, engga bangun apa-apa. Karena pos belanjanya diecer-ecer di semua pos belanja,” ungkapnya.

Menurutnya setiap bupati cukup membuat dua program prioritas untuk diselesaikan dalam waktu lima tahun pemerintahannya. Dimana anggaran kabupaten nantinya sebanyak 60 smapai 70% dikonsentrasikan ke dua program prioritas tersebut.

“(Misalnya) saya pengen semua pasardi kabupaten saya selesai dalam lima tahun ke depan. Sudah konsentrasikan anggaran itu ke sana. (Misalnya) saya mau buka sawah baru sekian ribu hektar, sudah konsentrasikan semua ke sana. 60%, 70% konsentrasikan anggaran ke sana. Rakyat akan ingat waduh ini besar-besaran membuat sawah. Wah ini rampung ada 60 pasar di kabupaten semuanya sekarang jadi dibangun semuanya,” paparnya.

Jokowi pun meminta agar dilakukan konsolidasi anggaran. Apalagi saat ini anggaran negara tengah goncang karena adanya pandemi covid-19. Dia ingin agar para bupati melihat secara detail hasil ouput dan outcome dari perencanaan APBD.

“Sekali lagi lakukan konsolidasi anggaran. Sedikit program, dua aja unggulan. Dua aja skala prioritas yang dibiayai secara penuh, full untuk menghasilkan produk yang maksimal. Yang benar-benar, cari yang benar-benar ada manfaatnya secara langsung untuk rakyat,” katanya.

Dia menekankan bahwa dalam hal penganggaran uang harus mengikuti program atau money follow programe. Selain itu dengan anggaran yang fokus pada prioritas akan memudahkan pengawasan.

“Dan yang paling pemting kalau anggarannya itu difokuskan, ada skala prioritas, ngontrolnya itu mudah. Manajemen pengawasannya gampang,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini