Strategi PGN Suplai Gas Bumi untuk Proyek Strategis

Jum'at 26 Maret 2021 17:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 320 2384667 strategi-pgn-suplai-gas-bumi-untuk-proyek-strategis-iIdCyG0Q4l.jpg PGN (Foto: Okezone)

Selain itu, PGN dan Kementerian ESDM juga sedang mengupayakan penambahan pasokan gas ke Pupuk Kujang. Alokasi gas yang disalurkan meningkat dari sebelumnya hanya sebesar 12 BBTUD menjadi 25 BBTUD pada tahun ini.

“Sistem infrastruktur gas bumi yang terintegrasi mendukung persetujuan alokasi gas multidestinasi untuk fleksibilitas pasokan. Kami berharap bisa meningkatkan keandalan dan jaminan pasokan gas bumi, serta optimalisasi penyerapan demand gas bumi," kata Suko Hartono.

Lebih lanjut, dia menyampaikan utilisasi terminal LGN Teluk Lamong akan mendorong peningkatan kebutuhan energi pasca pandemi. Pembangunan terminal ini akan menopang pasokan gas jangka panjang di Jawa Timur dan pembukaan pasar ritel di Jawa-Bali melalui teknologi nonpipa.

Keberadaan terminal LNG Teluk Lamong diharapkan bisa mempercepat penggunaan energi ramah lingkungan bagi industri pelayaran. PGN akan mengoptimalkan penyerapan gas dalam negeri, salah satunya melayani rumah tangga.

Tahun ini, perseroan akan membangun 120.776 jaringan gas sambungan rumah melalui anggaran APBN. Kemudian, pembangunan jaringan gas mandiri sebanyak 369.224 sambungan rumah secara bertahap.

PGN memproyeksikan volume gas niaga dapat meningkat dengan adanya tambahan dari pelanggan baru di antaranya Pupuk Indonesia, kebutuhan gas untuk sektor pembangkit, gas untuk kilang Pertamina, LNG ritel, dan pertumbuhan pemanfaatan gas pada pelanggan eksisting maupun wilayah ekonomi baru.

"Dengan mengelola 96% infrastruktur nasional dan 92% niaga gas bumi nasional, PGN akan lebih komprehensif dalam menjalankan mandat maupun berbagai terobosan untuk mempertahankan keandalan dan perluasan akses gas bumi nasional," tutup Suko Hartono.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini