Wall Street Ditutup Menguat karena Harapan Pemulihan Ekonomi AS

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 27 Maret 2021 06:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 27 278 2384868 wall-street-ditutup-menguat-karena-harapan-pemulihan-ekonomi-as-GHvQCMKfCT.jpg Wall Street. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Wall Street berakhir menguat pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat. Saham teknologi, perawatan kesehatan dan keuangan memberikan dorongan terbesar karena investor berharap pada pemulihan pertumbuhan ekonomi.

Dow Jones Industrial Average naik 453,4 poin atau 1,39% menjadi 33.072,88. S&P 500 naik 65,02 poin atau 1,66% menjadi 3.974,54 dan Nasdaq Composite menambahkan 161,05 poin, atau 1,24%, menjadi 13.138,73.

Baca Juga:ย Wall Street Anjlok, Saham Apple hingga Tesla Terperosok

S&P 500 dan Dow mengakhiri minggu ini lebih tinggi. S&P naik sekitar 1,6% dan Dow 1,4%,karena investor menyeimbangkan kembali portofolionya pada akhir kuartal dengan terus membeli saham yang akan mendapatkan keuntungan saat ekonomi kembali tumbuh.

Nasdaq juga berakhir lebih tinggi karena saham teknologi kembali menguat, tetapi indeks komposit membukukan penurunan mingguan kedua berturut-turut. Secara mingguan Nasdaq tergelincir 0,6%.

Baca Juga:ย Wall Street Menguat Ditopang Positifnya Data Ekonomi AS

Beberapa saham teknologi seperti Tesla Inc dan induk Google Alphabet Inc melemah. Namun untuk Microsoft Corp dan Facebook Inc melawan tren, membantu mengangkat S&P 500 dan Nasdaq lebih tinggi.

"Ini bukan langkah keluar dari teknologi daripada langkah yang membuktikan keinginan yang lebih luas untuk ekuitas memasukkan pertumbuhan dan nilai," kata Kepala Strategi Investasi Oppenheimer Asset Management John Stoltzfus, dilansir dari Reuters, Sabtu (27/3/2021).

Adapun volume perdagangan di bursa AS adalah 12,23 miliar saham atau masih lebih rendah dibandingkan rata-rata 13,67 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Federal Reserve pekan lalu menaikkan perkiraan PDB untuk 2021 menjadi 6,5% dari 4,2% dan banyak ekonom mengharapkan pertumbuhan masih lebih cepat. Hal ini pun memicu kekhawatiran ekonomi dapat berjalan terlalu panas dan memaksa Fed untuk menaikkan suku bunga.

Dolar melemah tetapi tetap mendekati puncak empat bulan karena berlanjutnya optimisme tentang ekonomi AS.

โ€œSulit untuk menahan perkiraan pertumbuhan AS kami dalam beberapa bulan terakhir. Kami telah meningkatkan perkiraan kami hampir secepat kami menurunkannya tahun lalu,โ€ Kepala Ekonom Northern Trust, Carl Tannenbaum.

Saham bank naik 1,9% karena Fed mengatakan akan mencabut pembatasan berbasis pendapatan pada dividen bank dan pembelian kembali saham untuk "sebagian besar perusahaan" pada bulan Juni setelah putaran tes stres berikutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini