Share

Ramadan Tahun Ini, Pedagang Pasar Tanah Abang Bisa 'Tersenyum Lebar'

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 28 Maret 2021 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 28 320 2385440 ramadan-tahun-ini-pedagang-pasar-tanah-abang-bisa-tersenyum-lebar-CWSSEblCVH.jpg Pasar Tanah Abang (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA - Tak lama lagi umat muslim di dunia khususnya Indonesia akan menjalani ibadah puasa Ramadan yang diperkirakan bakal dimulai pada 13 April mendatang. Antara Ramadan dan Pasar Tanah Abang seakan tak bisa dipisahkan bagi masyarakat Ibu Kota dan sekitarnya untuk berbelanja di sana.

Satu tahun lalu, ketika pandemi virus corona atau Covid-19 baru melanda Indonesia sekira 3 bulan, pusat grosir terbesar di Asia Tenggara ini seperti mati suri. Pasalnya, banyak toko-toko di sana yang tutup karena tak ada pembeli yang berkunjung ke kawasan tersebut.

 Baca juga: Soal Larangan Mudik, KAI Masih Tunggu Arahan Kemenhub

Namun, kini setelah 365 hari wabah tersebut menyerang Indonesia, geliat perekonomian di Pasar Tanah Abang terlihat sudah mulai berangsur pulih. Okezone mencoba mengunjungi kawasan itu pada Minggu (28/3/2021).

Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak lalu lalang orang memadati Pasar Tanah Abang. Di antara mereka ada yang berjalan mencari barang yang dicari, lalu ada juga yang berhenti sejenak untuk melihat-lihat pakaian yang dijual para pedagang.

 Baca juga: Mudik Dilarang, Kemenhub: Kecuali Benar-Benar Mendesak

Suara tawar menawar pun terdengar bersahut-sahutan saat melewati lapak atau toko yang ramai pengunjung. Calon pembeli terus berupaya untuk mendapatkan harga beli yang termurah dari para pedagang.

Melihat aktivitas jual beli yang sudah mulai berangsur normal tersebut, maka dapat diprediksi kalau pedagang UMKM di sana dapat "tersenyum lebar" pada Ramadan tahun ini. Hal itu pun diamini oleh seorang pedagang pakaian muslim bernama Rusli saat ditemui Okezone di lokasi.

"Alhamdulillah jelang Ramadan tahun ini keadaannya sudah mulai normal. Kebanyakan pembeli memang datang pada akhir pekan, Sabtu atau Ahad," kata Rusli.

Dia menyebutkan bila dibandingkan dengan tahun lalu, amat berbeda jauh kondisinya. Dahulu dirinya harus menutup toko tak berjualan karena barang-barang tidak ada yang laku, meski bulan Ramadan telah tiba.

"Tahun lalu mah saya harus tutup toko. Merumahkan 2 pegawai, sekarang alhamdulillah sehari terjual paling dikit satu lusin," ujarnya.

Cerita serupa diungkapkan Khairul Romadon penjual sarung dan sajadah. Saat ini memang situasi penjualan sudah mulai ramai pembeli. Dia mengaku optimis akan mendapatkan keuntungan berlipat pada Ramadan tahun ini.

"Ya, alhamdulillah tahun ini pembeli mulai ramai. Sekarang stok barang aja sudah banyak yang kosong," katanya.

Khairul memperkirakan harga dari beberapa barang nantinya akan mulai naik ketika Ramadan tiba. Hal itu dapat terlihat dari sejumlah produk yang belum tersedia dari pabrik hingga saat ini terjadi kekosongan stok.

"Beberapa model sarung dan sajadah yang laku dicari pembeli, stoknya sudah mulai kosong. Biasanya ini pas puasa harganya akan naik," kata dia.

Sementara itu, salah satu penjual peci, Hasanudin juga merasakan hal yang sama pada tahun ini.

"Kami yakin penjualan tahun ini akan menuju ke situasi saat normal dahulu," ujar dia.

Meski begitu, dirinya belum berani membeli stok barang yang amat banyak. Hal ini lantaran dia tak ingin nantinya malah peci-peci yang sudah dibeli malah hanya memenuhi tokonya.

"Beli stok barang seadanya dulu. Paling penuhin stok yang memang sering dicari pembeli," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini