Erick Thohir Kecam Bom Bunuh Diri di Makassar: Mengganggu Program Vaksinasi!

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 29 Maret 2021 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 320 2385681 erick-thohir-kecam-bom-bunuh-diri-di-makassar-mengganggu-program-vaksinasi-qxwtI6zS8q.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, mengutuk keras bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia menegaskan, tindakan aksi teror dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan.

Erick berharap para korban yang mengalami luka-luka segera diberikan kesembuhan dan selalu mendapat perlindungan dari tuhan.

Baca Juga: Pengusaha: Bom Bunuh Diri di Makasar Ganggu Iklim Investasi

"Saya mengutuk keras tindakan aksi pengeboman pagi hari tadi di depan Gereja Katedral kota Makassar. Semoga seluruh korban luka diberikan kesembuhan dan selalu mendapat perlindungan tuhan," ujar Erick melalui akun Twitter @erickthohir dikutip Senin (29/3/2021).

Sikap terorisme itu dinilai mengganggu program vaksinasi Covid-19 yang tengah digalakkan pemerintah. Kejadian tidak manusiawi itu disesalkan karena terjadi di tengah krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi. "Saat ini masih pandemi dan masyarakat serba kesulitan, apalagi ini bisa mengganggu program vaksinasi," katanya.

Baca Juga: Peristiwa 29 Maret: Bom Bunuh Diri di Moskow Dilakukan 2 Wanita

Erick menghimbau agar masyarakat tetap menahan diri atas kejadian tersebut. Meski masyarakat dinilai khawatir karena program vaksinasi akan terganggu, pemerintah tetap mengupayakan langkah terbaik agar proses pemulihan kesehatan di masyarakat tetap berlangsung.

"Semua pihak harus menahan diri, karena pandemi ini masih berlangsung, program vaksinasi masih berlangsung, jadi mohon dengan hormat, pihak-pihak tertentu menahan diri lah. Karena ini benar-benar kondisi yang tidak menguntungkan," kata dia.

Mantan bos inter milan itu mengutarakan, saat ini Indonesia tetap berupaya mencegah penyebaran Covid-19 dan menekan kontraksi ekonomi nasional. Namun, pada saat yang sama Indonesia justru dikejutkan dengan serangan dari kelompok ekstrimis.

"Indonesia, kita masih melawan pandemi dan juga ekonominya, kita sendiri terus masih mendapat gangguan bagaimana kita bisa menstabilkan. Ini yang saya harapkan, pihak-pihak tertentu menahan diri, supaya ini bisa berjalan baik," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini