Share

Stok Sapi Melimpah tapi Masih Impor, Begini Masalahnya

Ferdi Rantung, Sindonews · Senin 29 Maret 2021 19:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 320 2386115 stok-sapi-melimpah-tapi-masih-impor-begini-masalahnya-CaWAi9tiKd.jpg Sapi (Okezone)

JAKARTA - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syailendra mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki populasi sapi sebanyak 18 juta ekor sapi yang tersebar di seluruh tanah air. Ia mengatakan bahwa dengan stok sapi ini Indonesia tidak perlu impor.

"18 juta lebih populasi kita seluruh Indonesia. Dari 18 juta berapa yang bisa dipotong? Kalau 18 juta mungkin 9 jutanya masih belum bisa. Kalau itu betina, mungkin separuhnya kita bisa potong, ya 4,5 juta ekor," Katanya dalam webinar HIPMI pada Senin (29/3/2021)

 Baca juga: RI Impor Sapi Meksiko dan Australia demi Turunkan Harga Dagang

Menurutnya, denagn total 4 juta sapi saja, itu setara dengan 700.000 ton. Sehingga ia menilai bahwa impor sebenarnya tidak diperlukan.

"700.000 ton, saya mohon nih feedloter-nya diisi dengan sapi lokal sajalah, tidak usah sapi impor," ujarnya.

 Baca juga: Lapak Pedagang Daging Kosong Melompong karena Mogok Jualan, Ini Penampakannya 

Namun demikian, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Pujo Setio menjelaskan bahwa peternakan sapi yang ada di Indonesia masih bersifat konvensional. Artinya, sapi akan dipotong atau dijual jika peternak membutuhkan uang.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Kita tahu persis bahwa basis peternakan rakyat ini tradisional. Jadi dia lebih banyak menyimpan sapi-sapinya pada saatnya dia dijual untuk sesuai kebutuhan," jelasnya

Menurut Pujo, untuk menyelesaikan masalah ini para peternak rakyat harus diarahkan dengan bergabung dengan kemitraan. Dalam hal ini, peternak sapi diajak untuk komersialisasi.

"Jadi ke arah komersialisasi tapi tetap mempertahankan budayanya. Inilah yang kita sebut pola kemitraan," terangnya

Jika itu bisa terwujud, maka populasi ekor sapi bisa tercatat. Sehingga sapi - sapi peternak dapat dihitung ke dalam stok daging sapi nasional.

"Sehingga ada stok siap potong yang kita ketahui setiap tahunnya dari data-data populasi ternak tersebut. Ini solusi jangka panjang," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini