Share

Harga Jagung di Tingkat Petani Anjlok, Apa Upaya Kemendag?

Ferdi Rantung, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 320 2387830 harga-jagung-di-tingkat-petani-anjlok-apa-upaya-kemendag-wVTRBCWMNr.jpg Harga Jagung Turun. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia (APEDI) mengadukan soal harga jagung di tingkat petani yang cukup rendah saat ini. Hal ini disampaikan saat Pengusaha Desa bertemu Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga.

Menanggapi hal tersebut, Jerry menawarkan solusi yang selama ini juga selalu didorong oleh Kemendag, yakni pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

“Kami dari Kemendag, Bapak Menteri Perdagangan dan saya, serta Kepala Bappebti, tidak akan bosan-bosannya menawarkan kepada para petani untuk memanfaatkan yang namanya SRG karena itu banyak manfaatnya," katanya di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Baca Juga: Kementan Sulap 625 Ha Lahan Ganja jadi Tanaman Jagung

Menurutnya, SRG memiliki manfaat, pertama, petani bisa menyimpan komoditinya saat panen raya dan melakukan tunda jual untuk memperoleh harga yang lebih tinggi serta menghindari jeratan tengkulak.

Kedua, resinya dapat digunakan sebagai agunan untuk pembiayaan dari berbagai bank baik di daerah maupun nasional. Dan ketiga yang penting juga, SRG ini akan membantu ketersediaan pasokan dan menstabilkan harga.

"Jadi, bahkan bukan hanya jagung, tapi banyak sekali komoditi yang bisa disimpan di 123 gudang SRG yang ada saat ini. Dan kita harapkan juga kalau bisa komoditi olahan yang bernilai tambah yang disimpan di situ”, ungkapnya.

Baca Juga: Daftar 10 Provinsi Produsen Jagung Terbesar di Indonesia

Dorongan untuk memanfaatkan SRG ini disambut baik oleh Sekjen APEDI, Mochamad Sabdo, yang menyampaikan bahwa saat ini APEDI, memiliki lahan seluas 2.000 hektar di Purwakarta, yang rencananya akan digunakan untuk percontohan SRG dan pengolahan berbagai komoditi, seperti kelapa, jagung premium, dan sorgum.

Dia juga menyampaikan bahwa bentuk kehadiran pemerintah dalam mengatasi harga jagung yang rendah juga dapat dilakukan dengan mempertemukan petani dengan pengusahan pakan ternak, maupun asosiasi retail untuk menyerap produksi.

Isu yang sama pentingnya yang juga mengemuka dalam pertemuan yaitu soal akses pasar produk pertanian Indonesia ke luar negeri. Relatif terbatasnya akses petani di desa terhadap informasi ekspor dapat diselesaikan salah satunya melalui koordinasi antara APEDI dengan Kemendag.

Terkait ini, Wamendag menekankan bahwa kunci keberhasilan ekspor ialah ketersediaan pasokan yang berkesinambungan dan business matching dengan para pembeli di luar negeri.

“Kami sadar bahwa mendorong petani untuk ekspor ke luar negeri bukanlah hal mudah dan perlu concerted effort dari seluruh pemangku kepentingan. Di kami sendiri, Kemendag setiap tahunnya menggelar event Trade Expo Indonesia," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini