8 Fakta Inflasi Maret 0,08%, Nomor 5 Biang Keroknya

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 03 April 2021 06:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 02 320 2388371 8-fakta-inflasi-maret-0-08-nomor-5-biang-keroknya-2NuTCKcQPS.jpg Harga Cabai (Foto: Okezone)

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi pada bulan Maret 2021 mencapai 0,08%. Tingkat inflasi secara tahun kalender (month on month/mom) sebesar 0,44% sedangkan tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,37%.

Okezone merangkum beberapa fakta mengenai inflasi Maret 2021. Berikut ulasannya, Jakarta, Sabtu (3/4/2021).

1. Inflasi Maret 0,08%

Inflasi pada bulan Maret 2021 tercatat mencapai 0,08%. Dari 90 kota yang terdata IHK (indeks harga konsumen), 58 kota mengalami inflasi dan 32 kota mengalami deflasi.

Tingkat inflasi secara tahun kalender (month on month/mom) sebesar 0,44% sedangkan tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,37%

Baca Juga: Inflasi Maret 0,08%, Harga Cabai Jadi Biang Kerok 

2. Inflasi Tertinggi di Jayapura

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Setianto mengatakan inflasi tertinggi di Jayapura yang sebesar 1,07%. Sedangkan inflasi terendah di Tangerang dan Banjarmasin yang menyumbang 0,01%.

3. Deflasi Tertinggi di Baubau

Sedangkan, deflasi tertinggi di Baubau dan terendah terjadi di Palopo "Deflasi tertinggi ada Baubau yang sebesar minus 0,99% lalu deflasi terendah pada Palopo minus 0,01%," jelas Setianto.

4. Penyumbang Inflasi

Setianto mengatakan inflasi disebabkan oleh kelompok makanan dan minuman yang menyumbang 0,01%.

"Diakibatkan makanan dan minuman serta tembakau yang mana cukup besar sebesar 0,01%," ujar Setianto dalam video virtual, Kamis (1/4/2021).

 

5. Kenaikan Harga Cabai Rawit Jadi Biang Kerok

Inflasi Maret 2021 disumbang kenaikan harga cabai rawit dengan andil 0,04%, bawang merah dengan andil 0,02%, serta daging ayam ras, bawang putih, ikan segar, ikan diawetkan, dan tarif asisten rumah tangga dengan andil masing-masing 0,01%.

"Seperti cabai merah dengan andil pada deflasi sebesar 0,02% dan beras dengan andil deflasi sebesar 0,01%," kata Setianto.

6. Mobil Menyumbang Deflasi

Kelompok transportasi pada bulan lalu tercatat mengalami deflasi sebesar 0,25% mom sehingga memberi andil pada deflasi sebesar 0,03%.

Salah satu komoditas yang berandil pada deflasi dalam kelompok transportasi adalah mobil yang menyumbang deflasi 0,03%.

7. Harga Emas dan Perhiasan Turun

Pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami deflasi 0,39% dan memberi andil pada penurunan harga secara keseluruhan sebesar 0,02%.

"Komoditas yang mendorong deflasi pada kelompok tersebut adalah emas perhiasan yang mengalami penurunan harga sehingga memberi andil pada deflasi sebesar 0,02%," ujar Setianto.

8. Inflasi Masih Terbilang Rendah

Setianto mengungkapkan inflasi secara bulanan masih cukup rendah. Hal ini dikarenakan pemulihan ekonomi sudah mulai terlihat.

"Inflasi secara bulanan masih rendah. Dan kelompok makanan yang paling tinggi penyumbang inflasinya," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini